Prajurit TNI punya tugas baru, jadi petani jagung, padi dan kedelai

- Redaksi

Kamis, 21 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi personel TNI - sukabumiheadline.com

Ilustrasi personel TNI - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Prajurit TNI yang tergabung dalam Batalyon Teritorial Pembangunan kini memiliki tugas baru, yakni jagung, dan padi, selain palawija. Hal itu diungkapkan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoeddin.

Dalam rapat Komisi I DPR di Jakarta, Sjafrie menjelaskan telah menugaskan TNI Angkatan Darat (AD) menanam padi dan jagung, sementara TNI Angkatan Laut (AL) akan memproduksi kedelai.

“Kami sudah melakukan pembagian tugas, bahwa untuk Angkatan Darat tugasnya adalah pertanian, jagung, dan padi, selain palawija. Angkatan Laut adalah kedelai,” ujarnya, dikutip Kamis (21/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mengungkapkan alasan produksi kedelai harus dibantu oleh TNI AL, karena selama ini Indonesia mengimpor 2,5 juta ton kedelai dari luar negeri. Padahal, berdasarkan laporan yang dia terima, kedelai yang diimpor itu merupakan makanan ternak di luar negeri.

“Jadi, bisa dibayangkan, kita impor kedelai itu makanan ternaknya orang di luar. Sekarang, Angkatan Laut dengan dua kali panen, dia sudah mempunyai kualitas bibit kedelai, yang tidak lagi istilah makanan ternak itu,” ujar dia.

Sjafrie menekankan Kemenhan akan mengejar target sampai Indonesia menjadi produsen kedelai. Dalam mendukung swasembada pangan ini, Kemenhan akan bekerja sama dengan Kementerian Pertanian, khusus untuk mencegah impor kedelai.

“Sedangkan jagung dan padi itu sudah banyak sekali. Dan mungkin suatu saat nanti pada saat impor kami akan undang bapak dan ibu sekalian apa yang ada di dalam batalion ini. Sama sekali terbuka, tidak ada yang kita tutup-tutupi,” ujar Sjafrie.

Sjafrie membeberkan, dalam Batalyon Teritorial Pembangunan yang akan dibentuk sampai 2029, terdapat banyak kompi di dalamnya. Di antaranya seperti kompi pertanian, kompi peternakan, kompi medis, dan kompi konstruksi.

“Zeni, untuk membangun. Nah, inilah yang kumpul bersama-sama untuk membangun pembangunan di daerah,” imbuh dia.

Berita Terkait

BGN pastikan program MBG Rp15 ribu per porsi tak turunkan kualitas menu
Survei capres SMRC: Elektabilitas Prabowo tertinggal dari KDM, Anies ketiga
414 SPPG bermasalah, ratusan miliar dikembalikan ke kas negara
KDM bakal hapus angkot tua: Bukan hanya mobil bagus, tapi prilaku masyarakatnya
Survei SMRC: 13,5% kondisi politik Indonesia baik, 49,4% ekonomi buruk dan sangat buruk
Pernah ribut soal bahasa Sunda, Asep Nana Mulyana jabat Wakil Jaksa Agung, Kuntadi Jampidsus
Profil Sudaryono, kader Partai Gerindra jadi Kepala BGN, Nanik S Deyang mundur
Juli 2026 Sukabumi 4 kali digoyang gempa bumi, PT KAI ungkap pernyataan resmi

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 20:07 WIB

BGN pastikan program MBG Rp15 ribu per porsi tak turunkan kualitas menu

Rabu, 29 Juli 2026 - 20:47 WIB

Survei capres SMRC: Elektabilitas Prabowo tertinggal dari KDM, Anies ketiga

Rabu, 29 Juli 2026 - 13:57 WIB

414 SPPG bermasalah, ratusan miliar dikembalikan ke kas negara

Senin, 27 Juli 2026 - 13:56 WIB

KDM bakal hapus angkot tua: Bukan hanya mobil bagus, tapi prilaku masyarakatnya

Senin, 27 Juli 2026 - 09:49 WIB

Survei SMRC: 13,5% kondisi politik Indonesia baik, 49,4% ekonomi buruk dan sangat buruk

Berita Terbaru

PM Israel, Benjamin Netanyahu - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Internasional

PM Israel serahkan urusan Iran ke AS

Jumat, 31 Jul 2026 - 02:47 WIB

Gaya busana era 80an hingga 90an - Ist

Trend

Intip 5 tren gaya busana anak muda Sukabumi era 80-90an

Kamis, 30 Jul 2026 - 16:32 WIB