sukabumiheadline.com – Kristen adalah agama yang paling banyak dianut di El Salvador dengan Katolik dan Protestan sebagai denominasi utamanya. Jumlah penganut Katolik di populasi menurun sementara Protestan mengalami pertumbuhan pesat dalam beberapa dekade terakhir. Baca selengkapnya: 5 Negara Berpenduduk Muslim Terbanyak di Amerika Latin, Negeri Lionel Messi Juaranya
Berdasarkan hasil survei agama di El Salvador pada tahun 2022, pemeluk Katolik tercatat ada 41,9%. Sementara, Protestantisme sebanyak 35,9%, dan Kristen lainnya (1,7%). Sedangkan untuk warga yang tidak memeluk agama, jumlah lumayan banyak, yakni 19,9%, serta pemeluk agama lainnya, termasuk Islam, hanya 0,6% saja.
Baca Juga: Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov, Muslim Taat Pernah Membuat Pasukan Rusia Frustasi
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Profil Nayib Bukele
Nayib Armando Bukele Ortez, nama ini menggunakan cara penamaan Spanyol, nama keluarga pertama atau paternalnya adalah Bukele dan nama keluarga kedua atau maternalnya adalah Ortez.
Nayib Bukele lahir pada 24 Juli 1981. Ia dikenal sebagai seorang politisi sekaligus pengusaha asal El Salvador yang saat ini menjabat sebagai presiden El Salvador.
Nayib Bukele adalah putra Olga Ortez de Bukele dan Armando Bukele Kattán, seorang pengusaha terkemuka sekaligus imam masjid lokal keturunan Palestina.
Pada usia yang sangat muda, Nayib dikenal karena keterampilan dan semangat kewirausahaannya. Pada usia 18, dia sudah menjalankan perusahaan. Menurut sebuah artikel di surat kabar digital El Faro, Nayib Bukele adalah pemilik Yamaha Motors El Salvador, sebuah perusahaan yang menjual dan mendistribusikan produk-produk Yamaha di El Salvador. Dia juga adalah Direktur dan Presiden OBERMET, S.A. DE C.V.
Baca Juga: Profil 6 Putri Presiden Chechnya Ramzan Kadyrov, Semuanya Hafidzah Quran
Karier politik Nayib Bukele
Nayib Bukele terpilih sebagai kepala negara di kawasan Amerika Latin tersebut setelah memenangkan pemilihan presiden pada 2019. Dengan demikian, Nayib Bukele menjadi presiden pertama negara itu sejak José Napoleón Duarte (1984-1989) tidak terpilih untuk memangku kekuasaan sebagai kandidat presiden dari salah satu dua partai politik utama negara itu, FMLN dan ARENA.
Bukele sendiri mencalonkan diri sebagai kandidat presiden dari partai tengah-kanan GANA. Nayib Bukele mulai menjabat Presiden El Salvador sejak 1 Juni 2019. Ia dilantik bersama Wakil Presiden El Savador, Félix Ulloa.
Sebelum maju dalam Pemilihan Presiden El Savador, Bukele menjabat sebagai Wali Kota San Salvador untuk masa jabatan 1 Mei 2015 – 30 April 2018, menggantikan Norman Quijano. Suami dari Gabriela Rodríguez de Bukele yang menikah pada 2014) itu juga pernah menjabat Wali Kota Nuevo Cuscatlán pada 11 Maret 2012.
Pernah dipecat FMLN
Pada 10 Oktober 2017, Nayib Bukele dikeluarkan dari Partai FMLN karena dituduh oleh Pengadilan Etik FMLN telah mempromosikan divisi internal dan melakukan tindakan memfitnah terhadap partai politik. Nayib Bukele tidak menghadiri sidang yang dijadwalkan pada tanggal 7 Oktober 2017 oleh Pengadilan Etika FMLN, dengan alasan bahwa mereka bias dalam mendukung para penggugat.
Baca Juga: Pemimpin Muslim Chechnya: Terimakasih, Indonesia
Terpilih sebagai Presiden
Setelah Bukele dikeluarkan dari FMLN, aspirasinya menuju 2019 bergerak ke arah partisipasi dalam pemilihan presiden sebagai seorang independen yang menolak sistem politik saat ini. Nayib Bukele memulai gerakan Nuevas Ideas (“Ide Baru”) dengan tujuan menjadikannya partai politik di mana ia bisa mencalonkan diri sebagai calon presiden El Salvador.
Menyusul pengumuman aspirasi presidennya, ia secara politisi diperjuangkan oleh partai yang berkuasa berhaluan kiri FMLN, dan ARENA partai yang berhaluan kanan ketika mereka memblokir segala upaya baginya untuk menemukan partai politiknya sendiri dan secara politik membatalkan partai apapun yang dia upayakan untuk digunakan dalam pencalonannya.
Dia akhirnya bergabung dengan partai berhaluan tengah-kanan Aliansi untuk Persatuan Nasional (GANA) untuk mengajukan tawaran presidennya.
Pada 3 Februari 2019, Bukele mengumumkan bahwa dia telah memenangkan pemilihan presiden. Penantangnya Hugo Martínez mengakui kekalahan. Dia memenangkan 53% suara, sehingga tidak memerlukan pemilihan putaran kedua.
Dia adalah kandidat pertama yang memenangkan kursi kepresidenan sejak berakhirnya Perang Saudara El Salvador yang tidak mewakili salah satu dari dua partai besar. Dalam pidato kemenangannya dia menyatakan,
“Hari ini kita telah membalik halaman pada periode pascaperang.” Bukele mulai menjabat sejak 1 Juni 2019.
Kehidupan pribadi dan citra publik
Bukele dianggap sebagai politisi milenial populer, meskipun ia kadang-kadang dikritik karena tidak memiliki posisi politik konkret untuk mendukung karismanya.
Anak dari seorang ayah Muslim dan seorang ibu Kristen, menjadikan kepercayaan agama Bukele adalah subjek kontroversial dalam pemilihan 2019, dengan gambar muncul menunjukkan Bukele berdoa di masjid di Mexico City.
Bukele secara terbuka menyatakan bahwa keluarganya adalah Katolik Roma, dan bahwa sementara ayahnya dan beberapa anggota keluarga lainnya telah masuk Islam, dia menganggap dirinya lebih percaya pada Tuhan daripada agama.