Sambut 10 Muharram 1446 H, warga RW 10 Sukamulya Sukabumi botram nasi liwet di Jalan Desa

- Redaksi

Rabu, 17 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sambut 10 Muharram 1446 H, warga RW 10 Sukamulya Sukabumi botram nasi liwet di Jalan Desa - Istimewa

Sambut 10 Muharram 1446 H, warga RW 10 Sukamulya Sukabumi botram nasi liwet di Jalan Desa - Istimewa

sukabumiheadline.com – Menyambut 10 Muharram 1446 H, ratusan warga Kampung Kebonjeruk RW 10 Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, melakukan botram (makan bareng) nasi liwet di sepanjang Jalan Desa, Rabu (17/7/2024), pukul 16.00 WIB.

Acara digagas dan diselenggarakan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami AL Barokah ini diikuti oleh sekitar 500 warga dari mulai orang dewasa, remaja hingga anak-anak yang sudah tumpah ruah di jalan desa sejak pukul 15.30 WIB.

Menurut Ketua Panitia acara, Eman Sulaeman (43), botram nasi liwet yang digelar di sepanjang Jalan Desa disediakan oleh masing-masing warga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Panitia hanya menyediakan daun pisang sebagai alas nasi liwet dan mengatur posisi duduk peserta botram berdasarkan rumah masing-masing,” kata Eman kepada sukabumiheadline.com.

Sambut 10 Muharram 1446 H, warga RW 10 Sukamulya Sukabumi botram nasi liwet di Jalan Desa
Sambut 10 Muharram 1446 H, warga RW 10 Sukamulya Sukabumi botram nasi liwet di Jalan Desa – Istimewa

Di tempat sama, Ketua DKM AL Barokah, Unang Mansyur (59) menjelaskan acara botram nasi liwet ini diselenggarakan untuk menyambut dan memeriahkan hari Asyura 10 Muharram 1446 H yang dikenal juga sebagai lebaran anak yatim.

“Acaranya tadi diawali dengan santunan anak yatim piatu di masjid, setelah santunan, anak-anak yatim bersama warga lainnya menggelar botram nasi liwet di sepanjang jalan desa,” jelas Unang.

Lebih lanjut, menurutnya santunan anak yatim piatu tidak hanya diadakan pada setiap 10 Muharram, tapi sudah menjadi program rutin dari DKM AL Barokah.

“Kegiatan santunan anak yatim piatu kami laksanakan setiap bulan, dananya bersumber dari infaq dan sedekah jamaah Masjid Jami AL Barokah dan donatur lainnya, disalurkan untuk anak-anak yatim piatu yang ada di lingkungan RW 10,” tandasnya.

Salah satu warga yang mengikuti kegiatan botram nasi liwet, Lia Anjelina (38) mengatakan kegiatan botram nasi liwet yang diselenggarakan DKM AL Barokah sangat bermanfaat untuk menjalin dan memupuk kerukunan antarwarga.

“Dulu masyarakat desa itu memiliki kelebihan dan keistimewaan yang sudah mulai luntur yaitu ikatan sosialnya kuat. Saya yakin kegiatan seperti ini akan menjadi salah satu faktor menguatnya kembali ikatan sosial warga desa,” tandas ibu tiga orang anak ini.

Berita Terkait

Nasib miris Abah Mitra dan Sawiah asal Sukabumi, tidur di luar karena gubuk mau ambruk
Endang Subarna, pendaki asal Sukabumi tewas di Gunung Rinjani
Rotasi di Polres Sukabumi Kota, 2 Kasat dan 5 kecamatan punya kapolsek baru
Kasus Yusup cabuli anak tiri di Parungkuda Sukabumi, tetangga ungkap fakta ini
Kementan turun tangan perbaiki saluran irigasi rusak di Sukabumi
Sidak ke RSUD Palabuhanratu, Bupati Sukabumi minta doa selalu dekat dengan rakyat
DPRD Kabupaten Sukabumi dorong tata kelola pariwisata tertib, nyaman dan profesional
Warga Nyalindung minta kepastian perbaikan jalan, ini kata Bupati Sukabumi

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 02:22 WIB

Nasib miris Abah Mitra dan Sawiah asal Sukabumi, tidur di luar karena gubuk mau ambruk

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:44 WIB

Endang Subarna, pendaki asal Sukabumi tewas di Gunung Rinjani

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:27 WIB

Rotasi di Polres Sukabumi Kota, 2 Kasat dan 5 kecamatan punya kapolsek baru

Rabu, 13 Mei 2026 - 07:01 WIB

Kasus Yusup cabuli anak tiri di Parungkuda Sukabumi, tetangga ungkap fakta ini

Rabu, 13 Mei 2026 - 00:58 WIB

Kementan turun tangan perbaiki saluran irigasi rusak di Sukabumi

Berita Terbaru

Proses evakuasi pendaki asal Sukabumi di Lombok Timur - Polres Lombok Timur

Peristiwa

Endang Subarna, pendaki asal Sukabumi tewas di Gunung Rinjani

Jumat, 15 Mei 2026 - 19:44 WIB