Soal Bank Keliling dan Bank Emok di Sukabumi, OJK: Rentenir Bunga Selangit

- Redaksi

Kamis, 28 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor OJK - Ist

Kantor OJK - Ist

sukabuhmiheadline.com l Otoritas Jasa Keuangan (OJK) akan menyelidiki tingkat bunga rentenir di berbagai daerah yang disebut tinggi. Menurut OJK, hal itu perlu dilakukan untuk mendukung upaya pemerintah daerah untuk mengentaskan warganya yang terjerat utang lintah darat.

“Rentenir di daerah bunganya tinggi, di Jawa Barat nih, ada namanya Bank Emok, Bank Titil, di Nusa Tenggara Timur saja saya baru tahu orang-orang kalau mau pergi dinas pinjam ke rentenir. Saya dapat cerita dari mereka, gede (bunga mereka),” ucap Deputi Komisioner Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan dan Perlindungan Konsumen OJK sekaligus Ketua Satgas Praktik Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (PASTI), Sarjito.

Berangkat dari cerita tersebut, Sarjito menjelaskan bahwa pihaknya pun memerintahkan sejumlah tim Satgas PASTI untuk mendata tingkat bunga yang dikenakan para rentenir kepada masyarakat di berbagai daerah. Survei dilakukan di sejumlah lokasi seperti pasar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain OJK, ia menjelaskan sejumlah bank-bank daerah juga sudah turun ke pasar untuk menelisik hal tersebut. Salah satu contohnya seperti di Jawa Barat.

“Ini juga salah satu keberhasilan. Ada pemberantasan rentenir di Jabar, Kebumen sudah ada. Jadi bank-bank daerah itu sudah masuk ke pasar,” jelasnya.

Menurutnya jika informasi konkret mengenai tingkat bunga sudah diperoleh, OJK akan memberi berbagai data tersebut kepada Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD).

TPAKD pun bisa menggunakan informasi itu untuk merumuskan kebijakan seperti menetapkan tingkat bunga yang lebih rendah dari rentenir.

Dengan hal tersebut, Sarjito meyakini bahwa jumlah masyarakat yang menggunakan lintah darat akan berkurang. Masyarakat pun bisa beralih ke pihak lain untuk memperoleh pinjaman, contohnya seperti koperasi.

“Pinjam di situ aja, lho, (koperasi) kan enak. Kalau ada yang lebih murah pasti mereka bergeser kok. Apapun, bank apapun (selama) interest rate lebih murah dan mudah diakses (masyarakat) pasti akan ambil itu. Yang penting (bunga) di bawah rentenir terus.

Namun di sisi lain, banyak lintah darat beroperasi menyasar warga dengan menggunakan nama koperasi. Seperti diketahui, kondisi tersebut juga banyak terjadi di Kota dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Seperti diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, akibat tidak mampu membayar utang koperasi simpan pinjam (Kosipa) seorang wanita dibunuh oleh wanita lain yang menjadi nasabahnya.

Praktik rentenir yang dilakukan koperasi di mana Roslindawati Siboro bekerja sebagai debt collector atau penagih utang, telah membuatnya kehilangan nyawa sebab dibunuh oleh nasabahnya sendiri, Putri Sumiati (28).

Jasad Roslindawati dibuang ke Sungai Cipelang, Kota Sukabumi. Kasus itu sempat menggegerkan warga, di mana jasad korban ditemukan di Sungai Cipelang pada Sabtu (18/11/2023) lalu. Baca lengkap: Wanita Bank Keliling Dibunuh Nasabah di Sukabumi, Tewas pada Adegan 27

Berita Terkait

Menghitung produksi susu sapi dan kambing di Sukabumi serta kandungan gizinya
Alfamart dan Indomaret cs tak lama lagi bakal jualan daging ayam
Membanding produksi telur Sukabumi surplus 46,9 juta kg dan Indonesia
Hari ini Pertamax naik dari Rp12.300 jadi Rp16.250, cek daftar harga BBM terbaru
Tren penurunan kredit UMKM Sukabumi di bank umum 3 tahun terakhir
Jerit perajin tempe di Sukabumi dipicu Rupiah jeblok
5 dampak positif jika KRL Jakarta-Sukabumi sudah beroperasi
Rupiah jeblok ke Rp18.000 per Dolar hari ini

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 01:13 WIB

Menghitung produksi susu sapi dan kambing di Sukabumi serta kandungan gizinya

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:34 WIB

Alfamart dan Indomaret cs tak lama lagi bakal jualan daging ayam

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:55 WIB

Membanding produksi telur Sukabumi surplus 46,9 juta kg dan Indonesia

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:34 WIB

Hari ini Pertamax naik dari Rp12.300 jadi Rp16.250, cek daftar harga BBM terbaru

Sabtu, 6 Juni 2026 - 20:08 WIB

Tren penurunan kredit UMKM Sukabumi di bank umum 3 tahun terakhir

Berita Terbaru

Ilustrasi Peradilan Militer di Indonesia - sukabumiheadline.com

Vonis

Prajurit TNI siram air keras ke Andrie Yunus beragam

Rabu, 10 Jun 2026 - 23:55 WIB