Wanita Sukabumi ini sukses ubah sampah kertas jadi uang kertas

- Redaksi

Rabu, 12 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kerajinan dari kertas bekas kreasi Nurhaeti - Instagram

Kerajinan dari kertas bekas kreasi Nurhaeti - Instagram

sukabumiheadline.com – Sosok Nurhaeti bisa menjadi inspirasi bagi perempuan manapun. Bagaimana tidak, ia berhasil mengubah sampah kertas menjadi uang kertas, menjadi kreasi indah yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Nurhaeti, seorang Wanita Sukabumi, Jawa Barat, mengubah limbah kertas hanya dengan sentuhan tangan kreatif. Alhasil, sampah kertas tak bernilai ia kreasikan menjadi produk kerajinan nan indah. Tak hanya itu, ia juga melabeli produknya dengan merek Despar311.

Berawal dari obrolan santai 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada suatu hari, Nurhaeti yang pernah menuntut ilmu agama di pesantren bertemu dengan adik kelasnya saat mondok. Saat itu, adik kelasnya menyempatkan diri mampir ke rumah Nurhaeti usai memberikan pelatihan di salah satu boarding school.

Dari pertemuan singkat itu, Nurhaeti mulai mengenal kerajinan tangan dari bahan kertas. Berawal hanya iseng, lalu menjadi hobi hingga kemudian sukses diterima pasar dan menghasilkan uang.

“Awalnya, teman itu datang ke rumah saat jam istirahat. Dia lalu cerita tentang kegiatan pelatihan yang sedang dia lakukan di Sukabumi,” kata Nurhaeti, Rabu (12/11/2025).

“Dia kan orang Jakarta. Jadi menyempatkan diri untuk mengajari dasar-dasar membuat kerajinan dari kertas. Dari situ saya mulai mencoba,” tambah dia.

Dengan semangat yang tinggi, Nurhaeti mulai membuat berbagai produk dari kertas, seperti tas, topi, guci, keranjang, nampan, kursi, hingga tempat tisu yang dia namai “Tisu Borobudur.”

Kreasi Nurhaeti dari sampah kertas
Kreasi Nurhaeti dari sampah kertas – Instagram

Proses pembuatan produk-produk ini sangat bergantung pada mood dan inspirasi yang datang, serta dilakukan dengan penuh cinta tanpa terikat pada target tertentu.

“Dalam satu hari, saya bisa membuat vas bunga 10 sampai 15 buah. Kalau seperti tempat tisu, saya hanya bisa satu karena tergantung pada model dan kerumitannya,” katanya.

Tanpa bimbingan formal, Nurhaeti terus mengembangkan keterampilannya. Seiring waktu, banyak yang menyukai dan produk-produk kreasinya.

“Intinya, saya mendaur ulang sampah dari tak bernilai menjadi memiliki nilai ekonomi. Barang yang tadinya dibuang kini menjadi uang,” papar Nurhaeti.

Diungkap Nurhaeti, proses pembuatan kreasinya cukup rumit karena memerlukan ketelitian. Dari mulai melinting, melapisi dengan cairan khusus agar tahan lama, lalu dianyam, hingga tahap finishing dengan cairan pelindung hingga empat kali.

“Agar kreasi ini dapat tahan dari air dan lebih tahan lama,” jelas Nurhaeti.

Hasil kreasi Nurhaeti tersebut kemudian dijual mulai harga Rp10.000 hingga Rp750.000. Namun demikian, Nurhaeti mengaku memiliki sejumlah tantangan dalam menjalankan usahanya. Salah satunya adalah pemasaran.

Untuk pemasaran, Nurhaeti tidak hanya mengandalkan penjualan langsung. Dia juga menjalin kerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota dan Kabupaten Sukabumi serta Toserba Selamat. Selain itu, dia juga memasarkannya secara online dengan nama Despar311 dan Balotex.

“Kendala utama, tenaga ahli yang masih sulit ditemukan dan pemasaran,” pungkasnya.

Berita Terkait

Tips & trik A-Z merintis usaha toko pakaian di era belanja online plus konsep promosi dan pemasaran
Dampak Program MBG terhadap produksi 22 jenis sayuran di Sukabumi
Cek keuntungannya, pemerintah: Status driver ojol adalah UMKM, bukan pegawai
Sukabumi juara 3, daftar kota dan kabupaten yang warganya paling kreatif
Harga plastik tak kunjung turun, pelaku UMKM Sukabumi menangis
Amran ingin penghasilan petani kopi setara menteri, berapa produksi di Sukabumi?
1 tahun program MBG: Menghitung produksi sayuran dan buah di Sukabumi
Pria asal Sukabumi ini raup omzet Rp3 miliar per bulan hanya dari gula semut

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 09:43 WIB

Tips & trik A-Z merintis usaha toko pakaian di era belanja online plus konsep promosi dan pemasaran

Rabu, 12 Agustus 2026 - 01:13 WIB

Dampak Program MBG terhadap produksi 22 jenis sayuran di Sukabumi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:58 WIB

Cek keuntungannya, pemerintah: Status driver ojol adalah UMKM, bukan pegawai

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:30 WIB

Sukabumi juara 3, daftar kota dan kabupaten yang warganya paling kreatif

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:42 WIB

Harga plastik tak kunjung turun, pelaku UMKM Sukabumi menangis

Berita Terbaru

Ilustrasi aktivitas pemadam kebakaran hutan - sukabumiheadline.com

Headline

Terbesar di Sukabumi, 184 hektare hutan terbakar di Jawa Barat

Minggu, 23 Agu 2026 - 15:45 WIB

Ilustrasi mahasiswa berkumpul dan diskusi di depan kampus - sukabumiheadline.com

Kesehatan

Membanding ciri orang dengan frekuensi tinggi dan rendah

Minggu, 23 Agu 2026 - 01:50 WIB