Warga Sukabumi Minat? Motor Listrik Buatan BUMN Kena Subsidi Rp6,5 Juta

- Redaksi

Senin, 26 Desember 2022

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Motor listrik GESITS. l Istimewa

Motor listrik GESITS. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l Warga Sukabumi tentu sudah tahu jika pemerintah mendukung kepemilikan kendaraan listrik, baik roda dua maupun empat.

Dukungan pemerintah dengan memberikan subsidi untuk pembelian motor listrik Rp6,5 juta akan terealisasi mulai tahun 2023 mendatang.

Salah satu motor listrik yang kena subsidi dari pemerintah tersebut salah satunya motor listrik GESITS.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tentu ini menjadi kabar gembira bagi pencinta otomotif tanah air yang kepincut motor listrik karya anak bangsa ini. Sebab, anda yang menginginkan motor listrik GESITS tak perlu mengeluarkan budget yang cukup besar.

Lantas berapa harga motor listrik GESITS ketika dapat subsidi Rp6,5 juta dari pemerintah?

Gesits
Sepeda motor listrik Gesits. l Istimewa

Sebelum membahas soal harga motor listrik GESITS setelah kena subsidi Rp6,5 juta, mari dulu kita bahas soal performa motor listrik paling populer ini.

Motor listrik GESITS bisa dibilang sebagai pionir motor listrik di Indonesia. Pasalnya, pengembangan motor listrik Ini melibatkan anak bangsa dan pada 2021 lalu berhasil diekspor ke Senegal.

Menariknya, motor listrik ini disematkan dengan dinamo bertipe Permanent Magnet Synchronous, berpendingin udara yang disalurkan melalui transmisi Pulley Belt.

Selain itu, motor listrik GESITS juga ditenagai baterai Li-NCM 72 Volt 20Ah. Tenaga maksimalnya bisa menyentuh 6,7 Hp dengan torsi maksimal 30 Nm.

Dalam keadaan baterai terisi penuh, motor listrik GESITS bisa diajak berkendara sejauh 50 km. Sementara untuk kecepatan puncaknya mampu digeber hingga 70 km/jam.

Menariknya lagi, motor listrik ini juga memiliki 2 slot penyimpanan baterai sehingga daya jangkaunya bisa menyentuh 100 km.

Untuk harga OTR Jakarta motor listrik GESITS dijual Rp28.970.000 dengan skema 1 baterai. Bila nominal subsidi Rp6,5 juta cair, artinya motor ini berpeluang dijual Rp22.470.000.

Untuk informasi, GESITS merupakan hasil kolaborasi riset antara perusahaan pelat merah, yakni PT Wijaya Karya Industri dan Manufaktur (WIMA) dengan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) dan dikembangkan bersama PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN.

Bagaimana, warga Sukabumi berminat?

Berita Terkait

Top 5 merek smartphone paling laris di dunia 2026, didominasi produk HP China
Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi
Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut
Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia
Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang
Menaker luncurkan program Tailor Made Training Batch 2 di Sukabumi
Besok becak listrik Prabowo dibagikan gratis di Sukabumi, cek spesifikasi, fitur dan harganya
Satu di Sukabumi, 65 lokasi Kampung Nelayan Merah Putih dilengkapi cold storage

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:02 WIB

Top 5 merek smartphone paling laris di dunia 2026, didominasi produk HP China

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 14:15 WIB

Suka belanja di HERO Supermarket? Ternyata pemiliknya mualaf asal Sukabumi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Di Sukabumi Wamentan Alim minta hilirisasi kopi dan kakao dikebut

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Profil dan harta Eddy Kusnadi Suriaatmadja, bos SCTV dan Indosiar, paling dermawan se-Asia

Senin, 19 Oktober 2026 - 23:30 WIB

Januari-September 2026 penumpang KA Pangrango dari Sukabumi naik 613.678 orang

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB