Waspada marak super flu menyerang, begini gejala dan cara mengobatinya

- Redaksi

Jumat, 2 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seorang menderita flu - sukabumiheadline.com

Ilustrasi seorang menderita flu - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Meningkatnya laporan kasus super flu di Amerika Serikat kembali menjadi sorotan dunia kesehatan. Istilah ini ramai digunakan masyarakat untuk menggambarkan flu yang terasa lebih berat, bertahan lama, dan menimbulkan kelelahan ekstrem.

Meski terdengar mengkhawatirkan, para ahli menegaskan bahwa super flu bukan istilah medis resmi. Namun, lonjakan kasus influenza dengan gejala berat tetap perlu diwaspadai, terutama di tengah mobilitas tinggi dan rendahnya cakupan vaksinasi di sejumlah negara.

Virus influenza A H3N2 yang bermutasi ini dilaporkan lebih sulit dikenali oleh sistem imun, termasuk pada orang yang sebelumnya sudah memiliki kekebalan akibat infeksi flu atau vaksinasi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Virus flu bermutasi dengan cepat, dan mutasi ini bisa memberikan keuntungan bagi virus tersebut,” kata Andrew Pekosz, Ph.D., ahli virologi dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, dikutip dari Today.

Menurut Pekosz, salah satu jenis H3N2 yang muncul memiliki mutasi yang memungkinkan virus menghindari perlindungan dari vaksin. Kondisi inilah yang membuat sebagian orang merasa flu kali ini lebih berat dibandingkan flu musiman pada umumnya.

Gejala super flu yang perlu diwaspadai Para ahli menyebut, secara umum gejala super flu mirip dengan influenza A musiman. Namun, intensitas keluhannya sering kali lebih berat dan muncul secara mendadak.

Gejala super flu

  • Demam tinggi dan berkepanjangan
  • Panas dingin dan menggigil
  • Nyeri otot dan tubuh terasa sangat pegal
  • Sakit kepala berat
  • Kelelahan ekstrem hingga sulit beraktivitas
  • Hidung tersumbat atau pilek berat
  • Batuk dan nyeri tenggorokan

Maka dari itu, melakukan tes menjadi langkah penting. Kini tersedia tes cepat rumahan yang dapat mendeteksi influenza A, influenza B, dan COVID-19 sekaligus.

Apakah vaksin masih efektif?

Jika mengalami gejala flu yang berat, para ahli menekankan pentingnya tidak menganggapnya sebagai pilek biasa. Pekosz mengingatkan, influenza dapat berkembang menjadi penyakit serius, terutama pada kelompok rentan.

Kekhawatiran muncul karena vaksin flu tahun ini disebut tidak sepenuhnya cocok dengan subclade K. Namun, Pekosz menegaskan bahwa vaksin tetap memberikan perlindungan.

CDC tetap merekomendasikan vaksin influenza untuk semua orang berusia enam bulan ke atas.

Para ahli menilai, meski tidak sempurna, vaksinasi dapat mengurangi keparahan penyakit dan risiko rawat inap. Meningkatnya kasus superflu menjadi pengingat bahwa influenza bukan penyakit sepele.

Langkah-langkah dianjurkan jika gejala muncul

  1. Istirahat: Langkah pertama menghadapi penyakit menular adalah menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk istirahat cukup, menjaga asupan cairan, dan membatasi kontak dengan orang lain.
  2. Gunakan Obat Pereda Gejala Dengan Bijak: Menurut laporan BBC, paracetamol atau ibuprofen dapat membantu menurunkan demam dan meredakan nyeri. Namun, masyarakat diingatkan untuk tidak mengonsumsi paracetamol berlebihan karena banyak obat flu sudah mengandung zat tersebut.
  3. Pertimbangkan Antivirus: Dokter di AS mengakui bahwa obat antivirus menjadi senjata penting untuk kasus flu berat. CDC merekomendasikan empat obat, yakni Tamiflu, Xofluza, Relenza, dan Rapivab. Obat ini paling efektif jika diberikan sejak awal gejala. Namun, pasien sebaiknya melakukan konsultasi dulu dengan dokter agar diberikan antivirus sesuai kebutuhan.
  4. Perhatikan Tanda Bahaya: Segera hubungi tenaga medis jika muncul demam tinggi yang tidak turun, tanda dehidrasi, nyeri dada, atau kesulitan bernapas. Dalam kondisi normal, flu biasanya membaik dalam 5–7 hari, tetapi komplikasi tetap bisa terjadi.
  5. Tetap di Rumah Saat Sakit: Ahli menyarankan agar penderita flu tetap di rumah hingga demam hilang selama 24 jam tanpa obat dan gejala membaik, guna mencegah penularan.

Berita Terkait

Mengenal Pusat Kesehatan Hewan dan daftar lengkap Puskeswan di Sukabumi
Gen Z Sukabumi akui mulai alami brainrot epidemic, apa sih pemicunya?
5 ciri teman harus dijauhi dan 7 tanda sahabat yang baik menurut Islam
Banyak tikus di rumah? Waspada Virus Hanta picu demam berdarah hingga ginjal
Waspada! Ini daftar 11 penyakit mematikan, ada stroke, sirosis dan TBC
Ini lho kandungan gizi ikan sapu-sapu, favorit warga Brasil, diperdebatkan di Indonesia
Jumlah panti dan penghuni menurut jenis panti di Sukabumi
Cari tahu apakah si dia menghargai pasangan dengan 5 sikap ini

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 23:55 WIB

Mengenal Pusat Kesehatan Hewan dan daftar lengkap Puskeswan di Sukabumi

Senin, 18 Mei 2026 - 21:40 WIB

Gen Z Sukabumi akui mulai alami brainrot epidemic, apa sih pemicunya?

Selasa, 12 Mei 2026 - 02:07 WIB

5 ciri teman harus dijauhi dan 7 tanda sahabat yang baik menurut Islam

Senin, 11 Mei 2026 - 21:25 WIB

Banyak tikus di rumah? Waspada Virus Hanta picu demam berdarah hingga ginjal

Senin, 4 Mei 2026 - 01:52 WIB

Waspada! Ini daftar 11 penyakit mematikan, ada stroke, sirosis dan TBC

Berita Terbaru