sukabumiheadline.com – Proyek elektrifikasi jalur KRL rute Bogor–Sukabumi terus dikebut, dengan pemasangan jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) yang diperluas dari arah Stasiun Bogor. Perjalanan Commuterline lintas Bogor–Sukabumi ditargetkan mulai beroperasi pada 2026 untuk mempercepat mobilitas warga.
Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, proyek elektrifikasi KRL Sukabumi sudah groundbreaking sejak 20 Mei 2026 lalu. Baca selengkapnya: Elektrifikasi jalur KRL Sukabumi mulai 20 Mei 2026, begini spesifikasi teknisnya
Direktur Operasional Danantara Dony Oskaria mengungkapkan rencana untuk memulai proyek elektrifikasi jalur kereta pada 20 Mei 2026 untuk rute Jakarta–Cikampek, Jakarta–Sukabumi, dan Jakarta–Cilegon.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Tahun ini, tepatnya pada 20 Mei, kami akan melakukan groundbreaking untuk elektrifikasi Jakarta–Cikampek, Jakarta–Sukabumi, dan juga Jakarta–Cilegon,” ujar Dony, Senin (4/5/2026) lalu.
Elektrifikasi disiapkan menyambung jalur dari Stasiun Bogor melewati jalur yang saat ini dilalui oleh KA Pangrango (seperti Cigombong, Cicurug, Parungkuda, dan Cibadak) hingga Stasiun Sukabumi.
Proyek elektrifikasi dan perluasan ini menjadi salah satu program strategis pemerintah dan PT Kereta Api Indonesia (KAI) yang pengerjaannya telah dimulai pada pertengahan tahun.
Dampak ekonomi konektivitas
Selain memperlancar mobilitas warga Sukabumi yang ingin menuju kawasan Bogor dan Jakarta, proyek ini ditujukan untuk menghidupkan pusat-pusat ekonomi baru di sepanjang wilayah lintas daerah.
Spesifikasi teknis

Untuk informasi, PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT PLN (Persero) telah menandatangani nota kesepahaman tentang rencana kerja sama elektrifikasi jalur kereta api di Auditorium Jakarta Railways Center, Senin (20/10/2025) lalu.
Kolaborasi strategis antara dua BUMN ini menjadi tonggak penting dalam percepatan elektrifikasi jalur kereta api nasional yang akan meningkatkan efisiensi, keandalan, serta mendukung target Net Zero Emission 2060.
Dikutip dari website Universitas Gunadarma, jaringan listrik KRL Commuter Line di Indonesia menggunakan sistem Listrik Aliran Atas (LAA) atau catenary system dengan arus searah (DC) bertegangan tinggi 1500 V.
“Daya listrik disuplai dari gardu traksi yang mengubah arus AC dari PLN menjadi DC, kemudian disalurkan melalui kabel atas ke kereta via pantograf,” katanya di jurnal berjudul Sistem Jaringan Listrik Aliran Atas (LAA) pada Kereta Rel Listrik (KRL) di Resort 1.13 Bogor (PT. Kereta Api Indonesia (Persero) itu.
Berikut adalah poin penting mengenai jaringan listrik KRL:
- Sistem: Menggunakan Listrik Aliran Atas (LAA) dengan tegangan searah (DC) sebesar 1500 Volt.
- Komponen Utama: Terdiri dari kabel katenari (atas), messenger wire, dan kabel kontak yang menyalurkan listrik ke pantograf di atap kereta.
- Sumber Daya: Listrik berasal dari PLN yang diturunkan tegangannya di gardu traksi.
Sistem ini ramah lingkungan karena tidak menggunakan bahan bakar fosil secara langsung untuk penggeraknya.









