sukabumiheadline.com – Ternyata masyarakat Indonesia pernah menikmati rezim harga bahan bakar minyak (BBM) sangat murah. Namun itu terjadi pada 41 tahun lalu.
Saat itu, semua BBM di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dijual sangat murah, jika dinilai saat ini, yakni tepatnya harga BBM murah tersebut mulai berlaku 1 Agustus 1985.
Pada era Presiden Soeharto tersebut, BBM dengan nilai oktan bensin (Ron) 98 dijual hanya Rp410 saja. Jika saat itu namanya masih Bensin Super TT.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bensin Super TT (Tanpa Timbal) dari Pertamina memiliki Ron 98. Produk ini merupakan salah satu varian bensin yang populer pada era 1985-1990-an sebelum akhirnya digantikan oleh teknologi bahan bakar modern seperti Pertamax Turbo saat ini.
Untuk diketahui, nilai tukar Dolar Amerika Serikat (AS) terhadap Rupiah per 1 Agustus 1985, adalah Rp1.110 per Dolar. Sedangkan hari ini, Sabtu (18/7/2026), per Dolar AS senilai Rp17.942,45. Artinya, Dolar AS menguat sekira 1.600 persen terhadap Rupiah dalam 41 tahun.
Berikut daftar harga BBM per liter yang mulai berlaku per 1 Agustus 1985 hingga 1990-an, seperti dikutip sukabumiheadline.com dari foto lawas yang diunggah di akun @djofans.
- Bensin Premium (Ron 90): Rp385
- Bensin Super TT (Ron 98): Rp410
- Solar: Rp125
- Minyak Tanah: Rp25
Untuk perbandingan, harga BBM per liter saat ini, Sabtu (18/7/2026), sebagai berikut:

- Pertalite (Ron 90/subsidi): Rp10.000
- Pertamax (Ron 92): Rp16.250
- Pertamax Green 95: Rp17.000
- Pertamax Turbo (Ron 98): Rp19.300
- Biosolar (subsidi): Rp6.800
- Dexlite (CN 51): Rp19.700
- Pertamina Dex (CN 53): Rp21.150
Untuk informasi, di Indonesia, Ron yang tersedia di SPBU saat ini sangat bervariasi tergantung jenisnya. Berikut adalah kisaran nilai RON beserta peruntukannya:
- RON 90: (Contoh: Pertalite) untuk rasio kompresi mesin 9:1 hingga 10:1.
- RON 92: (Contoh: Pertamax, Shell Super) untuk rasio kompresi 10:1 hingga 11:1.
- RON 95: (Contoh: Pertamax Green 95, Shell V-Power, BP Ultimate) untuk kompresi mesin 11:1 hingga 12:1.
- RON 98: (Contoh: Pertamax Turbo) untuk mesin performa tinggi/kompresi di atas 12:1.









