sukabumiheadline.com – Mitos adalah cerita tradisional atau folklor yang berlatar masa lampau, dianggap benar-benar terjadi oleh penganutnya, dan sering melibatkan makhluk supranatural. Mitos berfungsi menjelaskan asal-usul alam semesta, fenomena alam, atau nilai budaya, serta diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi.
Di Sukabumi, terdapat mitos sangat beragam, berakar dari kepercayaan masyarakat Jawa Barat dan geografisnya yang dominan pegunungan serta pantai selatan.
Mitos populer meliputi larangan memakai baju hijau di Pantai Karang Hawu, misteri Pulau Kunti, hingga sosok maung putih di Gunung Gede Pangrango. Hal ini menambah kental suasana mistis dan budaya di Sukabumi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bahkan, karena kerap terjadi berulangkali, seperti kecelakaan lalu lintas yang melibatkan wisatawan di Tanjakan Cisarakan, membuat mitos-mitos di Sukabumi dikenal ke luar daerah.
Berikut adalah beberapa mitos yang beredar di wilayah Sukabumi:
1. Larangan Baju Hijau di Pantai Selatan (Karang Hawu & Palabuhanratu)

Diyakini sebagai warna kesukaan Nyi Roro Kidul, mengenakan baju hijau dianggap mengundang bahaya terseret ombak. Baca selengkapnya: Ada 17 Agustus, Mitos Warga Sukabumi dengan 5 Tanggal Lahir Ini Dilindungi Nyi Roro Kidul
“Pantai Karanghawu ini sudah terkenal, orang luar ke sini ya karena memang bisa melihat keindahan alam hamparan laut lepas, karang karang yang cukup indah. Mandi di pantai juga sebenarnya nyaman, asal pengunjung mematuhi imbauan dari petugas jaga pantai,” ungkap Komar (60) salah seorang warga Cisolok kepada sukabumiheadline.com.
“Apalagi area Pantai Karanghawu sudah dilakukan penataan sedemikian rupa, jadi lebih indah lagi. Makanya gak heran kalau setiap hari selalu ramai pengunjung. Memang kemarin kemarin sempat sepi, seperti mau tahun baru karena adanya isu isu gelombang tinggi, tsunami, dan lainnya,” sambungnya. Baca selengkapnya: Baju Hijau dan Tiga Mitos Turun Temurun di Pantai Karanghawu Sukabumi
2. Misteri Pulau Kunti

Terletak di kawasan Geopark Ciletuh, pulau ini dinamai berdasarkan mitos kuntilanak. Nelayan sering mendengar suara tangisan atau tertawa misterius di malam hari. Baca selengkapnya: Indah Bak Tanah Surga Jatuh ke Bumi Tapi Terkesan Seram, Ini Asal-usul Nama Pulau Kunti di Sukabumi
3. Sosok Maung (Harimau) Putih:

Mitos mengenai penunggu Gunung Gede Pangrango yang dipercaya sebagai jelmaan atau pasukan dari Prabu Siliwangi. Baca selengkapnya: Wagra Syailendra, Maung Bodas pengawal Prabu Siliwangi dirikan kerajaan jin di Sukabumi
Terletak di ketinggian 2.750 mdpl, Alun alun Suryakencana menyajikan pemandangan yang indah, lengkap dengan hamparan bunga edelweis.
Tempat ini disakralkan karena menjadi lokasi Pangeran Suryakencana menyepi bersama keluarganya. Selain itu, Alun-alun Suryakencana juga merupakan lokasi persembunyian Prabu Siliwangi saat menghadapi kerajaan Islam. Baca selengkapnya: Dipeluk Raksasa Hitam dan Sederet Mitos di Gunung Pangrango yang Sering Ditemui Pendaki
4. Curug Caweni dan Legenda 98 Suami

Mitos di curug ini menceritakan tentang putri cantik yang menikah 98 kali dan semua suaminya meninggal dunia sebelum malam pertama. Baca selengkapnya: Akhir Pekan, Ke Cidolog Sukabumi Menyambangi Nyi Caweni
5. Jalan Karamat
Di kawasan Gunungpuyuh, Kota Sukabumi, terdapat larangan berbicara kotor saat melintas karena diyakini sebagai wilayah keramat. Mitos tersebut berakar dari kepercayaan bahwa kawasan tersebut dulunya merupakan tempat suci atau makam ulama penyebar Islam yang memiliki karomah.
Terdapat mitos atau keyakinan adanya makam seorang ulama besar yang memiliki kelebihan spiritual (karomah) di kawasan tersebut, menjadikannya daerah yang dianggap sakral.
Mitos utama yang berkembang melarang pengguna jalan berbicara kasar atau jorok untuk menghindari kejadian mistis seperti kesurupan, karena area tersebut dianggap area Muslim yang suci.
Nama “Karamat” berasal dari bahasa Sunda yang berarti keramat, merujuk pada tempat suci yang memiliki nilai sejarah dan spiritual kuat. Masyarakat setempat meyakini jika melintas di Jalan Karamat tidak boleh berbicara kotor atau kasar karena dipercaya dapat memancing gangguan makhluk halus, seperti kesurupan.
6. Ular Besar dan Batu Hitam

Salah satu bangunan yang selama bertahun-tahun dibiarkan kosong adalah bekas pabrik garmen PT Baju Indah Indonesia. Bangunan yang terletak di Jl. Pelabuhan II Km 14 Kampung Cibodas RT 003/002, Desa Bojong Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, ini dulunya merupakan bangunan tempat ribuan buruh pabrik bekerja.
Legenda mengenai ular besar tanpa kepala yang menunggui batu hitam, sering dikaitkan dengan kejadian mistis di wilayah tersebut. Baca selengkapnya: Mitos siluman ular di bangunan eks PT Baju Indah Indonesia Sukabumi
7. Hantu Tanpa Kepala di Cisarakan

Cerita misteri di Tanjakan Cisarakan, yang terkenal rawan kecelakaan dan sering dikaitkan dengan penampakan makhluk halus. Tanjakan ini terletak di jalur alternatif Cikidang menuju Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikenal luas memiliki reputasi mistis dan rawan kecelakaan.
Nuansa horor di kawasan ini sering dikaitkan dengan banyaknya kecelakaan lalu lintas yang merenggut korban jiwa. .Jalur ini berliku, menanjak/menurun tajam, dan dikelilingi hutan serta tebing dalam (lebih dari 50 meter).
Aroma mistis sering dikaitkan dengan kejadian-kejadian aneh yang dialami pengendara, terutama pada malam hari..Sering beredar cerita di kalangan sopir atau warga lokal mengenai penampakan sosok tanpa tubuh atau suara-suara aneh yang minta tolong di sekitar tebing.
8. Mitos Karang Kontol

Beberapa waktu lalu sempat ramai di media sosial (medsos) Facebook maupun aplikasi perpesanan tentang keberadaan objek wisata dengan sebutan yang dinilai nyeleneh, yakni Karang Kontol.
Diketahui, batu karang berbentuk ‘Mr P’ atau alat kelamin pria tersebut terletak di kawasan Ciletuh Palabuhanratu Unesco Global Geopark (CPUGG), tepatnya di Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Menurut warga setempat, ada mitos siapapun pria yang dapat mengunjungi tempat tersebut akan berubah menjadi laki-laki perkasa. Baca selengkapnya: Mitos Karang Kontol Ciemas Sukabumi, Perkasa di Ranjang Setelah Mengunjunginya?
9. Mitos di Situ Batu Karut

Situ Batu Karut nan indah ini terletak di Kampung Batu Karut RT 003/008, Desa Selawi, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sebuah danau yang membelah dua kampung, yaitu Batu Karut di sisi timur, dan Pulopanggang di sisi barat.
Di balik nama Batu Karut ada cerita menarik. Menurut warga setempat, di area tersebut dulunya terdapat sebuah batu terikat akar beringin. Ajaibnya, akar beringin ini bisa mengangkat batu itu keatas kurang lebih setinggi satu meter.
Batu Karut, dalam bahasa Sunda bisa diartikan “batu anu dikarut ku akar” yang artinya “batu yang diikat dengan akar”. Maka kampung tersebut dinamakan Kampung Batu Karut. Tapi sekarang batu yang di ikat oleh akarnya itu sudah tidak bisa lagi kita temukan.
Konon pula, menurut warga setempat, masyarakat di sini masih meyakini mitos bahwa pernah ada pohon kelapa yang menjulang tinggi tumbuh persis di tengah-tengah situ. Selain itu, juga mitos jika di situ tersebut hidup seekor ikan memakai anting, atau dalam bahasa Sunda biasa disebut lauk antingan. Baca selengkapnya: Mengulas Mitos dan Cerita Menyedihkan di Situ Batu Karut Sukaraja Sukabumi
10. Mitos di Gunung Sunda

Salah satu gunung yang menarik perhatian adalah Gunung Sunda, sebuah puncak megah di bawah langit biru Tatar Pasundan. Meski terkenal dengan keindahannya yang memukau, Gunung Sunda juga menyimpan sejumlah mitos dan misteri yang menjadi bagian dari sejarah dan budaya setempat.
Namun, di balik keunikan dan keindahan panorama yang disuguhkan Gunung Sunda, banyak terdapat cerita mitos dan Mistis yang dipercayai oleh warga setempat.
Konon, di Batu Buruy tersebut sering dikunjungi dan dijadikan pertapaan oleh para jawara yang hendak menaikan ilmu kanuragan atau kesaktian.
Selain itu, di sekitar Batu Buruy terdapat pesantren gaib yang di pimpin oleh Eyang Haji Raden Suryakencana dengan para santrinya dari bangsa Jin. Sehingga, para jawara yang hendak menaikan ilmu kesaktian harus ikut di pesantren gaib tersebut. Baca selengkapnya: 5 Misteri, Mitos dan Fakta Gunung Sunda Sukabumi
11. Mitos Curug Larangan

Curug Larangan merupakan salah satu air terjun yang berada di kawasan wisata nasional Geopark Ciletuh-Palabuhanratu. Berlokasi di Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas.
Asal usul penamaan Curug Larangan sendiri, konon pada zaman dahulu setiap orang yang mengunjungi curug ini pasti dia tidak akan pernah kembali lagi alias hilang. Sehingga kemudian, diberi nama Curug Larangan.
Namun seiring jalannya waktu, cerita dari Curug Larangan tersebut hanyalah sebuah mitos. Faktanya banyak yang berulang kali mengunjungi Curug tersebut. Terlebih, kini sekitar kawasan tersebut terus dilakukan penataan.
“Salah satu destinasi wisata di Sukabumi yang wajib dikunjungi karena indah dan airnya sejuk,” kata Muhammad Avisena Assobari kepada sukabumiheadline.com. Baca selengkapnya: Mitos dan 5 Fakta Seputar Curug Larangan Ciemas Sukabumi
Selain 11 mitos di atas, banyak mitos-mitos lainnya yang berkembang, karena diceritakan secara turun-temurun. Mitos-mitos ini, selain sebagai cerita turun-temurun, juga sering kali berfungsi sebagai peringatan untuk menjaga sopan santun dan keselamatan di alam terbuka.









