Dinilai Penyalahgunaan, Bupati Sukabumi Minta 85 Kades Kembalikan Anggaran BH ke Kas Desa

- Redaksi

Rabu, 11 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi uang Dana Desa. l Istimewa

Ilustrasi uang Dana Desa. l Istimewa

sukabumiheadline.com l Puluhan kepala desa (kades) di Kabupaten Sukabumi dinilai Bupati Sukabumi, Marwan Hamami telah melakukan penyalahgunaan Dana Desa atau DD. Karenanya, sebanyak 85 kepala desa pun kemudian dipanggil pihak Inspektorat terkait dugaan penyalahgunaan DD terkait anggaran Bantuan Hukum (BH) dengan salah satu firma hukum, pada Selasa (1/8/2023). Baca lengkap: Dugaan Penyalahgunaan Dana Desa, Puluhan Kades di Sukabumi Dipanggil Inspektorat

Inspektur Inspektorat Kabupaten Sukabumi, Komarudin, mengatakan pemanggilan 85 kades tersebut beserta Bendahara Desa. Hal itu didasari adanya dugaan para kades yang dimaksud memberikan uang jutaan Rupiah tidak sesuai regulasi.

“Inspektorat memanggil kepala Desa serta bendahara untuk memberikan keterangan terkait dugaan yang ramai di sosial media,” ujar Komarudin ketika itu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kuitansi penerimaan uang dari desa. l Istimewa
Kuitansi penerimaan uang dari desa. l Istimewa

Selanjutnya, Bupati Sukabumi kemudian meminta agar 85 Pemerintah Desa (Pemdes) yang telah menyetorkan sejumlah uang anggaran BH agar mengembalikan ke kas desa karena dinilai telah disalahgunakan.

Hal tersebut disampaikan Bupati melalui Surat Perintah (Sper) yang dikeluarkan pada 29 September 2023, dengan nomor 700/22/7960/inspektorat/2023.

Disebutkan, Sper tersebut merujuk pada hasil laporan pemeriksaan khusus Inspektorat Kabupaten Sukabumi Nomor 700.1.2.12/12/3552/Sekret/2023, tanggal 21 September 2023 atas pelaksanaan Anggaran Bantuan Hukum yang bersumber dari DD oleh 85 Pemdes tahun anggaran 2023.

Sper tersebut ditujukan kepada Camat yang membawahi 85 desa seperti dimaksud.

Selain itu, bupati juga memerintahkan para camat agar mengoptimalkan peran dan fungsi pengawasan sebagaimana diatur dalam Surat Sekretariat Daerah (Sekda) Kabupaten Sukabumi Nomor 400.10.2.4./52008/DPMM/2023, tanggal 07 Juli 2023.

Untuk informasi, dalam Surat Sekda tersebut, mengatur terkait Optimalisasi Pengelolaan dan Penggunaan Keuangan Desa Tahun Anggaran 2023.

Bupati juga memerintahkan agar para camat agar sesegera mungkin melakukan monitoring penyelesaian pengembalian penggunaan DD ke Kas Desa.

“Melaporkan tindak lanjutnya kepada kami selambat-lambatnya dalam jangka waktu 60 hari melalui inspektorat kabupaten Sukabumi,” demikian bunyi Sper Bupati Sukabumi, dikutip sukabumiheadline.com, Rabu (11/10/2023).

Bukti transfer dari desa ke firma hukum. l Istimewa
Bukti transfer dari desa ke firma hukum. l Istimewa

Diberitakan sebelumnya, anggaran tersebut diduga telah diberikan kepada sebuah firma hukum (sebelumnya disebut Lembaga Bantuan Hukum atau LBH) dengan dalih bantuan hukum (BH), Selasa (1/8/2023) lalu. Baca lengkap: Potensi Rugikan Negara Rp1,7 M Dana Desa, Ini Bukti Transfer 63 Kades di Sukabumi

Berita Terkait

Desak inspektorat Riksus, BPD Sukamulya Sukabumi ungkap fakta aset desa dikuasai swasta
Aset Desa Sukamulya dikuasai swasta, ini janji DPMD Kabupaten Sukabumi ditagih BPD dan warga
Jeblok! Membanding realisasi investasi PMDN/PMA di Sukabumi 2025/2026
5 poin Deklarasi Kawasan Daulat Pangan di Jampang Tengah Sukabumi, integrasi basis perjuangan
Sukabumi masuk Top 10 kota/kabupaten paling rawan untuk ditinggali
Ini 10 kecamatan lumbung padi di Kabupaten Sukabumi, hampir 1 juta ton
WorldoMeters: 10 kecamatan di Sukabumi tidak ideal untuk ditinggali
A-Z PLTU Pelabuhan Ratu Sukabumi: Biaya pembangunan, kapasitas, operator hingga dampak

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Desak inspektorat Riksus, BPD Sukamulya Sukabumi ungkap fakta aset desa dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 06:29 WIB

Aset Desa Sukamulya dikuasai swasta, ini janji DPMD Kabupaten Sukabumi ditagih BPD dan warga

Rabu, 21 Oktober 2026 - 02:16 WIB

Jeblok! Membanding realisasi investasi PMDN/PMA di Sukabumi 2025/2026

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:00 WIB

5 poin Deklarasi Kawasan Daulat Pangan di Jampang Tengah Sukabumi, integrasi basis perjuangan

Kamis, 15 Oktober 2026 - 03:25 WIB

Sukabumi masuk Top 10 kota/kabupaten paling rawan untuk ditinggali

Berita Terbaru

Animasi Pantomimes Lumineuses karya Charles - 
19th century illustration of a praxinoscope theatre. In 1876, Reynaud, a French inventor, created the Praxinoscope, an improvement of the Zoetrope. The Praxinoscope replaced the narrow viewing slits of the Zoetrope with an inner circle of 12 mirrors (equal to the number of images), allowing a clearer and less distorted view of the moving image. Several people could watch the performance at the same time. After Reynaud licensed his invention in 1877, it sold well in a number of the large Paris department stores.This improved version included a glass viewing screen which allowed the moving image to be superimposed over a changeable background. He continued to improve the design and in 1880 created the first projection version. The Projection Praxinoscope used a lantern to project the moving images onto a small screen, allowing a larger audience to view it.

Khazanah

28 Oktober: Hari penting di Indonesia dan dunia

Rabu, 28 Okt 2026 - 00:44 WIB

Kesehatan

Bunda, jangan matikan lampu kamar mandi! Simak 5 alasannya

Selasa, 27 Okt 2026 - 21:26 WIB