Garai Oleh-oleh di Parungkuda Sukabumi, Omset Tembus Jutaan per Hari

- Redaksi

Rabu, 24 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gerai oleh-oleh milik Dadang Nugraha. l Herpiyana Apandia

Gerai oleh-oleh milik Dadang Nugraha. l Herpiyana Apandia

SUKABUMIHEADLINES.com I PARUNGKUDA – Demi bertahan hidup dan memenuhi kebutuhannya, setiap orang dituntut terus berusaha. Banyak orang yang harus bekerja keras terlebih dahulu. Bahkan, tidak sedikit pula yang mengalami keterpurukan, sebelum kemudian meraih kesuksesan dalam bisnisnya.

Ketekunan dalam berbisnis menjadi salah satu kunci untuk mencapai kesuksesan. Nasib baik berpihak pada mereka yang mau bekerja keras. Ketekunan dan kegigihan pula yang menjadi kunci sukses Dadang Nugraha (37).

Bagi seorang Dadang, mengawali usaha sebagai penjual oleh-oleh berupa makanan ringan di Kampung Cipanggulaan, Desa Pondokkasolandeuh, Kecamatan Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, tentu bukan perkara mudah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebelum memulai bisnisnya saat ini, Dadang adalah pemasok hasil bumi, seperti umbi-umbian, pisang, dan hasil bumi lainnya ke gerai-gerai oleh-oleh.

“Awalnya saya hanya memasok hasil bumi ke tempat oleh-oleh, ternyata banyak peminatnya dari luar kota. Setelah itu, memberanikan diri membuka tempat berjualan oleh-oleh sendiri,” ungkapnya kepada sukabumiheadlines.com, Rabu (24/11/2021) pagi.

Sebelum membuka gerai di kampung halamannya, Pondokkasolandeuh, Dadang juga pernah membuka gerai usaha yang sama di wilayah Kampung Ongkrak, Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak.

Setelah terkena gusuran di daerah Pamuruyan, Dadang akhirnya memilih pindah ke Pondokkasolandeuh. Selain itu, ia juga membuka usahanya di beberapa titik lainnya, dari mulai Cibadak hingga Cigombong, Kabupaten Bogor.

“Awalnya saya buka jualan ini di sekitaran Jalan Pamuruyan namun waktu itu ada penggusuran akhirnya saya pindah ke Pondokkasolandeuh terus buka juga di beberapa titik mulai dari exit tol Cigombong sampai ke Cibadak,” jelasnya.

Modal Rp20 Juta’

Diakui Dadang, modal awal yang ia keluarkan untuk membangun usahanya tersebut sekira Rp20 juta. “Kurang lebih Rp20 juta, saya alokasikan untuk mengontrak lahan kosong seluas 18×3 meter, membangun tempat usaha, serta belanja barang dan lainnya,” ungkapnya.

Oleh-oleh yang dijual Dadang, selain hasil bumi, juga makan ringan, seperti keripik tempe, peuyeum singkong, sale pisang, emping, kemplang, dan berbagai macam lainnya.

“Oleh-oleh yang saya jual sebagian ada yang saya buat sendiri seperti keripik tempe, tapi ada juga yang dikirim dari suplayer,” kata Dadang.

Untuk hasil penjualan dari makanan ringan hasil kreasinya, Dadang mengaku bisa menikmati keuntungannya sendiri. Hal itu berbeda dengan makanan ringan yang dipasok oleh suplayer, memakai sistem bagi hasil.

“Jadi kalau item yang saya buat sendiri itu sudah pasti keuntungannya untuk saya. Kalau yang dipasok suplayer, sistemnya bagi hasil. Konsinyasi aja, kalau sudah kadaluarsa bisa ditukar, paling lama seminggu. Begitu juga dengan jenis manisan,” tambah dia.

Omset Rp1 Juta per Hari

Semua jenis makanan ringan yang dijual Dadang terbilang murah, antara Rp15.000-Rp20.000 per kantong.

Berawal dari modal usaha sebesar Rp20 juta dan buah ketekunannya, Dadang saat ini berhasil meraup omset Rp200 ribu-Rp300 ribu per hari saat weekday, dan saat weekend atau libur nasional omsetnya bisa bisa mencapai minimal Rp1 juta per hari.

“Omset per hari Rp200 sampai Rp300 ribu kalau hari-hari biasa. Kalau hari libur atau weekend bisa mencapai jutaan,” ungkapnya.

Diakui Dadang, dagangan oleh-olehnya memang mengandalkan penjualan saat hari libur karena sebagian besar pembelinya merupakan wisatawan dari luar kota yang berkunjung ke Sukabumi. “Kebanyakan yang habis liburan, main ke Palabuhanratu dan Geopark Ciletuh,” pungkas dia.

Berita Terkait

Sponsori Persib, SIG bangkitkan Semen Kujang
5 motor terpopuler dan terlaris di Indonesia 2026
CNG 3 kg pengganti LPG uji coba tahap akhir, digulirkan Agustus
Sukabumi juara 3, daftar kota dan kabupaten yang warganya paling kreatif
Harga plastik tak kunjung turun, pelaku UMKM Sukabumi menangis
Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas, DPR: TNI/Polri bukan aparat penegak pajak
Program Kompor Listrik Gratis mulai uji coba, dibagikan tahun depan
Jumlah kursi dikurangi, naik KA Pangrango Bogor-Sukabumi makin nyaman

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 18:36 WIB

Sponsori Persib, SIG bangkitkan Semen Kujang

Rabu, 5 Agustus 2026 - 02:47 WIB

5 motor terpopuler dan terlaris di Indonesia 2026

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:46 WIB

CNG 3 kg pengganti LPG uji coba tahap akhir, digulirkan Agustus

Senin, 3 Agustus 2026 - 23:30 WIB

Sukabumi juara 3, daftar kota dan kabupaten yang warganya paling kreatif

Jumat, 31 Juli 2026 - 06:42 WIB

Harga plastik tak kunjung turun, pelaku UMKM Sukabumi menangis

Berita Terbaru

Ilustrasi pedagang kaki lima sedang berjualan di trotoar jalan - sukabumiheadline.com

Jawa Barat

KDM: Nyali Satpol PP Tergantung Kepala Daerah

Minggu, 9 Agu 2026 - 14:22 WIB