Mengenal Mayjen TNI R. Agus Abdurrauf, pejabat Lemhanas asal Sukabumi

- Redaksi

Senin, 10 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mayjen TNI (purn) R. Agus Abdurrauf, S.I.P., M.Tr Han. - Istimewa

Mayjen TNI (purn) R. Agus Abdurrauf, S.I.P., M.Tr Han. - Istimewa

sukabumiheadline.com – Mayjen TNI (purn) R. Agus Abdurrauf, S.I.P., M.Tr Han., tercatat pernah menjadi pejabat di Lembaga Pertahanan Nasional atau Lemhanas.

Nama Agus juga melengkapi deretan Jenderal TNI asal Sukabumi yang memiliki jabatan mentereng seperti Letjen TNI Djadja Suparman yang pernah menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis atau Pangkostrad. Selama 19 bulan menjadi Pangdam Jaya, Djadja Suparman akhirnya diangkat menjadi Pangkostrad. Baca lengkap: Akhir Karier Djadja Suparman, Warga Sukabumi Pertama yang Jadi Pangkostrad

Agus sendiri merupakan pria kelahiran Sukabumi, Oktober 1964, itu adalah seorang Purnawirawan TNI-AD yang terakhir menjabat sebagai Tenaga Ahli Pengkaji bidang Kepemimpinan Nasional Lemhannas RI.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Agus berhasil meraih bintang dua (mayor jenderal) dan menduduki jabatan tersebut pada masa Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Pada Selasa (11/5/2024), Hadi menaikkan pangkat 56 perwira tinggi (Pati) TNI satu tingkat lebih tinggi dari pangkat semula.

Baca Juga:

Seremoni tersebut berlangsung di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur. Sebanyak 56 Pati itu terdiri dari 33 Pati TNI AD, 14 Pati TNI AL, dan 9 Pati TNI AU. Satu dari 33 Pati TNI AD yang mendapatkan promosi, adalah Mayjen TNI R. Agus Abdurrauf.

Baca Juga :  Brigjen TNI Syaepul Mukti Ginanjar, pria asal Sukabumi punya jabatan mentereng di Akmil Magelang

Untuk informasi, sebelum menduduki jabatan tersebut, ketika berpangkat jenderal bintang satu (Brigadir Jenderal), Agus menjabat sebagai Wakil Komandan Sekolah Calon Perwira AD (Wadansecapaad).

Baca Juga:

Mutasi menjelang pensiun 

Panglima TNI (saat itu) Jenderal Andika Perkasa, mengganti sejumlah pati yang berdinas di Lemhannas, yakni Mayjen TNI R. Agus Abdurrauf, dimutasi dari Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Kepemimpinan Nasional Lemhannas menjadi pati Mabes TNI AD dalam rangka pensiun.

Baca Juga: Profil dan Karier Achmad Taufiqoerrochman, Jenderal Bintang Tiga asal Sukabumi

Selanjutnya Diropsdik Debid Dik Pimp Tk Nasional Lemhannas Brigjen TNI Purbo Prastowo diangkat menjadi Tenaga Ahli Pengkaji Bidang Kepemimpinan Nasional Lemhannas. Dengan demikian Purbo akan menggantikan Mayjen Rauf, yang berarti dia promosi bintang dua.

Baca Juga :  Mini biografi Mayjen TNI Ampi Tanudjiwa, eks anggota DPR kelahiran Sukabumi hingga dikaitkan Saracen

Dengan demikian, Agus Abdurrauf menjabat Tenaga Ahli Pengkaji bidang Kepemimpinan Nasional Lemhannas RI sejak 26 April 2021 hingga 28 September 2022.

Baca Juga:

Biodata R. Agus Abdurrauf

Agus yang merupakan lulusan SMA Negeri 1 Kota Sukabumi tahun 1084, kemudian melanjutkan pendidikan di Akademi Militer (1988-A) dari kecabangan Infanteri.

Karier militer Agus di TNI Angkatan Darat dimulai sejak 1988 hingga 2022 dengan pangkat terakhir Mayor Jenderal TNI atau bintang dua.

Baca Juga:

Riwayat jabatan R. Agus Abdurrauf

  • Danbrigif 21/Komodo (2012—2013)
  • Pamen Denma Mabesad (2013)
  • Asops Kasdam V/Brawijaya (2013—2014)
  • Kasrem 171/Praja Vira Tama (2014—2016)
  • Kapuskodalops TNI-AD
  • Danrem 174/Anim Ti Waninggap (2018—2020)
  • Wadansecapaad (2020—2021)
  • TA Pengkaji Bidang Kepemimpinan Nasional Lemhannas (2021—2022)

Berita Terkait

Sampai kapan orang yang baru memeluk Islam menyandang sebutan mualaf?
Harimau Sunda dan Kontinental: Mengapa hanya dua subspesies maung di dunia?
Pamer manuskrip turats ulama Pasundan, pengertian Haol Masyayikh di Sunanulhuda Sukabumi
Haram! Hukum membuang sampah sembarangan menurut Islam, ini dalilnya
Mengapa di Sukabumi ada nama Loji? Begini asal-usulnya
Menelisik alasan penolakan jalur KA ke Palabuhanratu Sukabumi oleh RA Eekhout
Jadwal 1 Ramadhan dan 1 Syawal 1447 H Muhamadiyah – NU dan perbedaan metode
Dahsyatnya bacaan di antara dua sujud, doa yang merangkum semua harapan manusia

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 01:40 WIB

Sampai kapan orang yang baru memeluk Islam menyandang sebutan mualaf?

Minggu, 1 Februari 2026 - 08:00 WIB

Harimau Sunda dan Kontinental: Mengapa hanya dua subspesies maung di dunia?

Sabtu, 31 Januari 2026 - 20:19 WIB

Pamer manuskrip turats ulama Pasundan, pengertian Haol Masyayikh di Sunanulhuda Sukabumi

Kamis, 29 Januari 2026 - 03:55 WIB

Haram! Hukum membuang sampah sembarangan menurut Islam, ini dalilnya

Kamis, 29 Januari 2026 - 03:02 WIB

Mengapa di Sukabumi ada nama Loji? Begini asal-usulnya

Berita Terbaru

Ilustrasi Singapura - sukabumiheadline.com

Internasional

Gaji TKI di Singapura kini naik jadi Rp79 juta/bulan

Kamis, 12 Feb 2026 - 20:59 WIB


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. The style with the handle "thickbox" was enqueued with dependencies that are not registered: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131