Mengenal Xendit, payment gateway didirikan mojang Sukabumi bernilai Rp14 triliun

- Redaksi

Selasa, 25 Juni 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com –  Pesatnya pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia berhasil melahirkan banyak unicorn lokal. Siapa sangka sosok Tessa Wijaya yang berhasil mengantarkan Xendit bergelar unicorn menjadi wanita asal Sukabumi dan Indonesia pertama yang membawa perusahaannya bernilai fantastis.

Xendit berhasil menembus jajaran perusahaan rintisan yang menyandang status unicorn. Untuk informasi, istilah unicorn disematkan kepada startup yang memiliki valuasi di atas US$1 miliar. Sedangkan, decacorn hanya diperuntukkan bagi perusahaan dengan valuasi di atas US$10 miliar.

Wanita yang saat ini menjabat Co-Founder and Chief Operating Officer (COO) Xendit itu mengatakan dirinya menjadi wanita pertama yang membawa startup Indonesia menjadi perusahaan bernilai US$1 miliar atau setara Rp14,2 triliun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

COO dan Co-Founder Xendit, Tessa Wijaya. l Istimewa
COO dan Co-Founder Xendit, Tessa Wijaya. l Istimewa

Berita Terkait:

Apa itu Xendit?

Dikutip sukabumiheadkine.com dari laman resminya, Xendit hadir untuk membuat pembayaran menjadi mudah
Xendit adalah perusahaan fintec Indonesia yang menyediakan infrastruktur pembayaran untuk Indonesia.

“Xendit memproses pembayaran, membantu marketplace menyederhanakan pembayaran, mengirimkan pembayaran dan pinjaman, mendeteksi penipuan dan membantu bisnis bertumbuh secara eksponensial. Xendit juga melayani dengan menyediakan API kelas dunia dan antarmuka dashboard yang memudahkan proses,” bunyi penjelasan di laman resmi Xendit, dikutip, Selasa (25/6/2024).

Baca Juga :  Kronologi Tewasnya Crosser Wanita Asal Sukabumi, Sakila Putri

Berita Terkait: 

Apa itu Payment Gateway?

Payment gateway atau sistem pembayaran secara online. Menurut Tessa, sebagai startup infrastruktur untuk pembayaran, Xendit menghubungkan pebisnis dengan bank atau Mastercard dan Visa.

Dia mengandaikan Xendit sebagai perusahaan logistik yang berperan memindahkan uang yang semuanya dilakukan di dunia maya atau digital. Meskipun Duitku dan Xendit bergerak dalam layanan payment gateway, namun ada beberapa hal yang membuat keduanya berbeda.

Perbedaan ini mungkin bisa menjadi pertimbangan Anda dalam memilih layanan payment gateway yang sesuai dengan kebutuhan. Selengkapnya tentang Xendit baca: Beda dengan Duitku, 5 Fakta Xendit Didirikan Wanita Sukabumi Bernilai Rp14,2 Triliun

Baca Juga: 

Baca Juga :  5+5 Curhat Medsos Dini Sera Afrianti, Janda asal Sukabumi Sebelum Tewas Dianiaya Anak Anggota DPR

Dibangun untuk Indonesia dan Asia Tenggara

Fokus utama Xendit adalah membangun rel pembayaran terdepan untuk Indonesia, dengan tujuan yang jelas – untuk membuat pembayaran di Indonesia sederhana, aman dan mudah bagi semua orang.

Saat ini Xendit melayani UMKM lokal hingga startup terbesar di Indonesia dan juga bisnis besar seperti Samsung. Kami memproses jutaan transaksi tiap bulan, bertumbuh 25% tiap bulannya selama 2 tahun terakhir.

Dengan dukungan dari beberapa VC terbesar di dunia, yang berinvestasi pada Facebook, Slack, Twitch dan Grab, dan merupakan alumni dari akselerator bergengsi YCombinator (S15), Xendit percaya akan semakin berkembang.

Baca Juga:

Menarik talenta berkualitas dari seluruh dunia

Xendit saat ini memiliki lebih dari 150 Xenpeeps yang bisa ditemukan di berbagai pelosok dunia – menciptakan produk unggulan dan memberikan nilai-nilai baik bagi pelanggan kami. Xendit juga ada di Penang, Kuala Lumpur, Singapura, San Fransisco, Norfolk, Bangkok, dan banyak kota lainnya!

Berita Terkait

Peluang ekspor untuk petani di Sukabumi, daun kratom laku keras di AS untuk vitalitas
Dikeluhkan warga Sukabumi, ternyata segini tarif listrik PLN per KWh setelah program diskon 50%
Warga Sukabumi ngeluh tarif listrik jadi lebih mahal dibanding sebelum program diskon 50%
Siap-siap warga Sukabumi, Menteri ESDM akan ganti LPG dengan DME dan jargas rumah tangga
Daya beli masyarakat anjlok dipicu precautionary saving, warga Sukabumi melakukannya?
Mendirikan Koperasi Desa Merah Putih di Sukabumi? Begini mekanisme, skema dan usahanya
Klaim program Makan Bergizi Gratis luar biasa bagi ekonomi, Luhut: Kita semua terperangah
Pemprov Jawa Barat dapat uang fantastis setelah bebaskan utang pajak kendaraan

Berita Terkait

Kamis, 3 April 2025 - 12:00 WIB

Peluang ekspor untuk petani di Sukabumi, daun kratom laku keras di AS untuk vitalitas

Rabu, 2 April 2025 - 14:00 WIB

Dikeluhkan warga Sukabumi, ternyata segini tarif listrik PLN per KWh setelah program diskon 50%

Rabu, 2 April 2025 - 01:24 WIB

Warga Sukabumi ngeluh tarif listrik jadi lebih mahal dibanding sebelum program diskon 50%

Sabtu, 29 Maret 2025 - 10:00 WIB

Siap-siap warga Sukabumi, Menteri ESDM akan ganti LPG dengan DME dan jargas rumah tangga

Jumat, 28 Maret 2025 - 13:00 WIB

Daya beli masyarakat anjlok dipicu precautionary saving, warga Sukabumi melakukannya?

Berita Terbaru