sukabumiheadline.com – Sebanyak sekira 40 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Suradita yang terletak di Kampung Suradita RT 018/008, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terlihat gembira karena kini bisa bersekolah di bangunan yang relatif lebih baik dari sebelumnya.
Mereka tetap ceria meskipun bangunan sekolah mereka jauh dari kata layak, sebuah bangunan semi permanen terbuat dari tiang kayu dan bambu, dan dinding dari bilik bambu.
Rekomendasi Redaksi:
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
- Pergerakan Tanah, Rumah Warga di Parakansalak Sukabumi Retak-retak
- Was-was Bencana Pergerakan Tanah, Warga Pasir Suren Tunggu Sikap Pemkab Sukabumi
- Bencana Pergerakan Tanah, 7 Rumah di Bantargadung Sukabumi Ambruk Bersamaan
Namun sekira dua tahun lalu, pelajar SDN Suradita terpaksa harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di tenda terpal.
Sekolah darurat SDN Suradita, ketika itu, sempat viral hingga kemudian warga dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) berinisiatif untuk membangun sekolah sederhana berdinding bilik bambu.
Rekomendasi Redaksi:
- Kades Sukamanah Protes Jalan Kabupaten di Sukabumi 20 Tahun Rusak Parah
- Berharap Ditengok Bupati Sukabumi, Korban Pergerakan Tanah Palabuhanratu: Jangan PHP
- Sebab Masalah Administrasi, 2 Tahun Korban Pergerakan Tanah Palabuhanratu Sukabumi Belum Direlokasi

Rekomendasi Redaksi:
- Tanah Bergerak, 8 Rumah di Bantargadung Sukabumi Rusak
- Warga Pasirbaru Sukabumi Terpaksa Kosongkan Rumah
- Kian Parah, Belasan Rumah di Palabuhanratu Sukabumi Terancam Ambruk
“Sekolah darurat disiapkan karena bangunan SDN Suradita sudah tak layak pakai, memprihatinkan sejak ditimpa bencana pergerakan tanah tahun 2021,” ungkap salah seorang warga, Muhamad Efendy kepada sukabumiheadline.com, Sabtu (27/7/2024).
“Waktu itu, lantai terbelah dan dinding retak, kami selaku orang tua dan siswa juga selalu merasa was-was, takut bangunannya ambruk,” imbuhnya.
Rekomendasi Redaksi:
- Pergerakan Tanah di Sagaranten, Anggota DPRD: Pemkab Sukabumi Jangan Tinggal Diam
- Tak Hanya di Selatan Sukabumi, Bencana Pergerakan Tanah Juga Terjadi di Nagrak
- Menelisik Asal-usul Masjid di Atas Bukit Gegerbitung Sukabumi

Rekomendasi Redaksi:
- Alvi Rahayu, Guru Honorer di Sukabumi Tetap Mengajar Meski Dikepung Bencana
- Diguyur Hujan, Belasan Rumah di Palabuhanratu Sukabumi Rusak
- 6 Permasalahan Lingkungan Hidup di Kabupaten Sukabumi
Efendy menambahkan, kedususunan di mana ia tinggal seperti dianaktirikan semenjak sebagian warga penyintas bencana memilih pindah, relokasi ke luar kecamatan.
Adapun, Dusun Suradita, Desa Ciengang.
Kecamatan Gegerbitung, terdiri dari dua kampung, yakni Suradita dan Balekambang. Sementara, Efendy sendiri tercatat sebagai warga Balekambang.
Rekomendasi Redaksi:
- Rumah Janda Tua Ambruk, Bencana Pergerakan Tanah Sagaranten Sukabumi
- Pergerakan Tanah Sagaranten Sukabumi, Rumah dan Warung Rusak, Longsor dan Jalan Patah
- Longsor hingga Jalan Patah, Bencana Pergerakan Tanah di Sagaranten Sukabumi

“Ceritanya, ditinggal oleh masyarakat yang kena bencana. Sejak tahun 2021 sampai hari ini, kami tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah,” keluh Efendy.
“Tidak adanya perhatian dari pemerintah juga dirasakan dampaknya oleh anak-anak SDN Suradita, mereka anak-anak korban bencana, tapi bertahun-tahun harus sekolah di bangunan yang tidak layak,” sesal Efendy.
“Saat ini adalah sekira 40 siswa yang sekolah di sini, dari kelas satu sampai 6. Jauh berkurang karena sebagian sudah pindah rumah,” tambah dia.
Rekomendasi Redaksi:
- Bencana Tanah Bergerak di Warungkiara Sukabumi, Ini Pemicunya
- Kali Ini Tanah Bergerak di Cikidang Sukabumi, 5 Rumah Rusak
- Puluhan Rumah dan 111 Warga Terdampak Tanah Bergerak di Palabuhanratu Sukabumi
Ditambahkan pria yang sehari-hari berprofesi sebagai petani itu, ke-40 siswa SDN Suradita tersebut merupakan anak dari 235 KK yang masih bertahan di kampung halamannya.
“Mirisnya, saat ini hampir 75 persen tinggal di gubuk-gubuk sementara yang tidak layak huni. Kami tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah. Seperti dibiarkan begini,” kesal Efendy.
Rekomendasi Redaksi:
- Bupati Sukabumi Klaim Sudah Lakukan Antisipasi Bencana Pergerakan Tanah di Pasir Suren
- Getaran 30 Menit, Bencana Pergerakan Tanah di Purabaya Sukabumi Kembali Terjadi
- Pergerakan Tanah Terjang Margaluyu Sukabumi, Puluhan KK Mengungsi

Bantuan dari mahasiswa
Ditambahkan Efendy, seminggu lalu sejumlah mahasiswa datang memberikan bantuan untuk memperindah sekolah dari bilik bambu tersebut.
Selain itu, para mahasiswa dan donatur juga memberikan bantuan berupa sepatu dan peralatan sekolah bagi anak-anak kelas 1 hingga 6 SDN Suradita.
“Hari ini (Ahad, 29/7/2024) juga ada bantuan sepatu untuk anak-anak sekolah dari kelas 1 sampai kelas 6,” kata Efendy melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, Ahad malam.
Rekomendasi Redaksi:
- Rumah Warga di Tegalbuleud Sukabumi Hancur Akibat Pergerakan Tanah
- Pergerakan Tanah, Rumah Warga Nyalindung Sukabumi Ambruk
- 800 Warga Sukabumi di 6 Desa Terdampak Bencana Pergerakan Tanah

Tak hanya itu, tambah Efendy, para mahasiswa tersebut juga berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp1,8 juta yang digunakan untuk membeli peralatan sekolah.
“Masih dari mahasiswa dan donatur perorangan menggalang dana, alhamdulillah terkumpul 1,8jt buat beli papan tulis,” pungkas warga RT 015/007 Kampung Balekambang itu.
Pemda tawarkan relokasi
Sementara dari penelusuran wartawan sukabumiheadline.com, Budiyanto, Pemkab Sukabumi menawarkan relokasi kepada warga korban bencana pergerakan tanah di Dusun Suradita. Namun di sisi lain, juga masih terkendala persoalan lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 1 yang akan jadi tempat hunian tetap (huntap).
Adapun, lokasi pembangunan huntap bagi korban bencana di lahan milik PTPN di Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung.
Menurut Manajer Kebun Goalpara PTPN 1 Regional 2 Umar Hadikusuma, pihak Pemkab Sukabumi hanya tinggal menyelesaikan pembayaran ganti rugi sesuai surat yang sudah disampaikan dari direksi PTPN.
“Dalam hal ini sejak terbitnya surat pelepasan hak (SPH) dari pemegang saham. Kalau sudah diselesaikan kewajiban itu maka tinggal PTPN dalam hal ini direksi nanti akan menerbitkan surat izin untuk pembangunannya,” kata Umar kepada sukabumiheadline.com saat ditemui di Kantor Goalpara, Rabu (24/7/2024) lalu.
Diketahui, lahan juga diperuntukkan bagi ratusan korban bencana serupa yang kini bernaung di bawah Ikatan Korban Bencana (IKB) Dusun Ciherang, Kecamatan Nyalindung. Baca selengkapnya: Menanti realisasi huntap, Ikatan Korban Bencana Sukabumi gelar Isthigosah dan doa bersama