SDN Suradita Sukabumi, sekolah negeri dari bilik bambu atap terpal iuran warga dan donatur

- Redaksi

Senin, 29 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

sukabumiheadline.com – Sebanyak sekira 40 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Suradita yang terletak di Kampung Suradita RT 018/008, Desa Ciengang, Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, terlihat gembira karena kini bisa bersekolah di bangunan yang relatif lebih baik dari sebelumnya.

Mereka tetap ceria meskipun bangunan sekolah mereka jauh dari kata layak, sebuah bangunan semi permanen terbuat dari tiang kayu dan bambu, dan dinding dari bilik bambu.

Rekomendasi Redaksi:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun sekira dua tahun lalu, pelajar SDN Suradita terpaksa harus melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di tenda terpal.

Sekolah darurat SDN Suradita, ketika itu, sempat viral hingga kemudian warga dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) berinisiatif untuk membangun sekolah sederhana berdinding bilik bambu.

Rekomendasi Redaksi:

Screenshot 2024 07 28 19 59 24 59 726cd6915a5bbed5e00093b2e2a7609b
Pelajar SDN Suradita, Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi – sukabumiheadline.com

Rekomendasi Redaksi:

“Sekolah darurat disiapkan karena bangunan SDN Suradita sudah tak layak pakai, memprihatinkan sejak ditimpa bencana pergerakan tanah tahun 2021,” ungkap salah seorang warga, Muhamad Efendy kepada sukabumiheadline.com, Sabtu (27/7/2024).

“Waktu itu, lantai terbelah dan dinding retak, kami selaku orang tua dan siswa juga selalu merasa was-was, takut bangunannya ambruk,” imbuhnya.

Rekomendasi Redaksi:

Bangunan lama SDN Suradita, Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi - sukabumiheadline.com
Bangunan lama SDN Suradita, Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi – sukabumiheadline.com

Rekomendasi Redaksi:

Baca Juga :  Fakta menarik dan kisah hidup Sandy SS, TikToker asal Sukabumi punya 15 juta pengikut

Efendy menambahkan, kedususunan di mana ia tinggal seperti dianaktirikan semenjak sebagian warga penyintas bencana memilih pindah, relokasi ke luar kecamatan.

Adapun, Dusun Suradita, Desa Ciengang.
Kecamatan Gegerbitung, terdiri dari dua kampung, yakni Suradita dan Balekambang. Sementara, Efendy sendiri tercatat sebagai warga Balekambang.

Rekomendasi Redaksi:

Rapat wali murid SDN Suradita, Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi - sukabumiheadline.com
Rapat wali murid SDN Suradita, Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi – sukabumiheadline.com

“Ceritanya, ditinggal oleh masyarakat yang kena bencana. Sejak tahun 2021 sampai hari ini, kami tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah,” keluh Efendy.

“Tidak adanya perhatian dari pemerintah juga dirasakan dampaknya oleh anak-anak SDN Suradita, mereka anak-anak korban bencana, tapi bertahun-tahun harus sekolah di bangunan yang tidak layak,” sesal Efendy.

“Saat ini adalah sekira 40 siswa yang sekolah di sini, dari kelas satu sampai 6. Jauh berkurang karena sebagian sudah pindah rumah,” tambah dia.

Rekomendasi Redaksi:

Ditambahkan pria yang sehari-hari berprofesi sebagai petani itu, ke-40 siswa SDN Suradita tersebut merupakan anak dari 235 KK yang masih bertahan di kampung halamannya.

“Mirisnya, saat ini hampir 75 persen tinggal di gubuk-gubuk sementara yang tidak layak huni. Kami tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah. Seperti dibiarkan begini,” kesal Efendy.

Rekomendasi Redaksi:

Donasi dari mahasiswa Sukabumi untuk SDN Suradita, Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi - sukabumiheadline.com
Donasi dari mahasiswa Sukabumi untuk SDN Suradita, Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi – sukabumiheadline.com

Bantuan dari mahasiswa

Ditambahkan Efendy, seminggu lalu sejumlah mahasiswa datang memberikan bantuan untuk memperindah sekolah dari bilik bambu tersebut.

Baca Juga :  Bencana Banjir dan Longsor Terjang 3 RT di Pondokkasolandeuh Sukabumi

Selain itu, para mahasiswa dan donatur juga memberikan bantuan berupa sepatu dan peralatan sekolah bagi anak-anak kelas 1 hingga 6 SDN Suradita.

“Hari ini (Ahad, 29/7/2024) juga ada bantuan sepatu untuk anak-anak sekolah dari kelas 1 sampai kelas 6,” kata Efendy melalui aplikasi perpesanan WhatsApp, Ahad malam.

Rekomendasi Redaksi:

Donasi dari mahasiswa Sukabumi untuk SDN Suradita, Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi - sukabumiheadline.com
Donasi dari mahasiswa Sukabumi untuk SDN Suradita, Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi – sukabumiheadline.com

Tak hanya itu, tambah Efendy, para mahasiswa tersebut juga berhasil mengumpulkan dana sebesar Rp1,8 juta yang digunakan untuk membeli peralatan sekolah.

“Masih dari mahasiswa dan donatur perorangan menggalang dana, alhamdulillah terkumpul 1,8jt buat beli papan tulis,” pungkas warga RT 015/007 Kampung Balekambang itu.

Pemda tawarkan relokasi

Sementara dari penelusuran wartawan sukabumiheadline.com, Budiyanto, Pemkab Sukabumi menawarkan relokasi kepada warga korban bencana pergerakan tanah di Dusun Suradita. Namun di sisi lain, juga masih terkendala persoalan lahan milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) 1 yang akan jadi tempat hunian tetap (huntap).

Adapun, lokasi pembangunan huntap bagi korban bencana di lahan milik PTPN di Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung.

Menurut Manajer Kebun Goalpara PTPN 1 Regional 2 Umar Hadikusuma, pihak Pemkab Sukabumi hanya tinggal menyelesaikan pembayaran ganti rugi sesuai surat yang sudah disampaikan dari direksi PTPN.

“Dalam hal ini sejak terbitnya surat pelepasan hak (SPH) dari pemegang saham. Kalau sudah diselesaikan kewajiban itu maka tinggal PTPN dalam hal ini direksi nanti akan menerbitkan surat izin untuk pembangunannya,” kata Umar kepada sukabumiheadline.com saat ditemui di Kantor Goalpara, Rabu (24/7/2024) lalu.

Diketahui, lahan juga diperuntukkan bagi ratusan korban bencana serupa yang kini bernaung di bawah Ikatan Korban Bencana (IKB) Dusun Ciherang, Kecamatan Nyalindung. Baca selengkapnya: Menanti realisasi huntap, Ikatan Korban Bencana Sukabumi gelar Isthigosah dan doa bersama

Berita Terkait

Sukabumi berapa? Merinci pemkot dan pemkab pemilik saham bjb se-Jawa Barat dan Banten
Wanita Sukabumi diintai ancaman dan tantangan kultural, stereotip hingga kekerasan
Angka pengangguran Sukabumi tinggi, ini dampak ekonomi, sosial, politik dan psikologis
Membanding angka perceraian Kota dan Kabupaten Sukabumi dua tahun terakhir, pengertian dan prosedur
Syarat, tanggung jawab, jumlah bidan di Kabupaten Sukabumi dan jumlah AKI/AKB
Daftar titik rawan kecelakaan maut di Sukabumi dan pemicunya
Luas sawah di Kabupaten Sukabumi terus menyusut, ancaman bagi swasembada pangan
Melacak populasi Sapi Pasundan di Sukabumi: Karakteristik dan pemurnian genetik si jawara

Berita Terkait

Rabu, 28 Januari 2026 - 17:19 WIB

Sukabumi berapa? Merinci pemkot dan pemkab pemilik saham bjb se-Jawa Barat dan Banten

Selasa, 27 Januari 2026 - 02:58 WIB

Wanita Sukabumi diintai ancaman dan tantangan kultural, stereotip hingga kekerasan

Kamis, 22 Januari 2026 - 13:37 WIB

Angka pengangguran Sukabumi tinggi, ini dampak ekonomi, sosial, politik dan psikologis

Selasa, 20 Januari 2026 - 00:06 WIB

Membanding angka perceraian Kota dan Kabupaten Sukabumi dua tahun terakhir, pengertian dan prosedur

Senin, 19 Januari 2026 - 01:00 WIB

Syarat, tanggung jawab, jumlah bidan di Kabupaten Sukabumi dan jumlah AKI/AKB

Berita Terbaru

Ilustrasi wisatawan asing sedang mengunjungi desa wisata - sukabumiheadline.com

Wisata

Daftar desa wisata di Sukabumi yang menarik dikunjungi

Senin, 2 Feb 2026 - 02:15 WIB