Menghitung persentase warga miskin Kota Sukabumi 5 tahun terakhir

- Redaksi

Jumat, 12 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi warga miskin - sukabumiheadline.com

Ilustrasi warga miskin - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Jumlah Penduduk Menurut Kabupaten/Kota di Provinsi Jawa Barat (ribu jiwa), 2021–2025, menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025, jumlah penduduk Kota dan Kabupaten Sukabumi mengalami pertambahan.

Jumlah penduduk Kota Sukabumi sebanyak 350,80 ribu pada 2021. Kemudian naik jadi 355,42 ribu (2022), dan menjadi 360,64 ribu (2023). Kemudian pada 2024 kembali bertambah jadi 365,74 ribu, dan diprediksi naik jadi 370,68 ribu pada 2025.

Dari data di atas, jumlah penduduk Kota Sukabumi naik sekira 19,88 ribu jiwa dalam 5 tahun. Dari 350,80 ribu jiwa pada 2021 menjadi 370,68 ribu jiwa pada 2025. Baca selengkapnya: Sukabumi berapa? Ini jumlah penduduk kota dan kabupaten se-Jawa Barat 2021-2025

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penduduk miskin Kota Sukabumi 

Sementara itu, dikutip sukabumiheadline.com dari Dataset Open Data, Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 tentang ini persentase penduduk miskin di Kota Sukabumi dari tahun 2020 s.d. 2024, jumlah penduduk Kota Mochi dalam kurun 5 tahun terakhir mengalami fluktuasi.

Pada 2020, jumlah penduduk miskin Kota Sukabumi sebanyak 7.7 persen. Lalu, naik jadi 8.25 persen pada 2021. Namun, jumlah penduduk miskin kota ini kemudian turun pada 2022 menjadi 8.02 persen.

Baca Juga :  Menelisik alasan dibangun dan penampakan Stasiun KA Parungkuda Sukabumi tahun 1900

Baca Juga: Jumlah polisi dan rasio terhadap penduduk Kota/Kabupaten Sukabumi, jauh dari ideal

Dari jumlah tersebut kembali turun pada 2023 menjadi hanya 7.5 persen, dan kembali turun menyisakan 7.2 persen warga miskin pada 2024.

Dengan demikian, jika dihitung jiwa, jumlah penduduk miskin di Kota Sukabumi sebanyak 27.430 ribu jiwa (2023), dan turun jadi 26,689 ribu jiwa pada 2024.

Ilustrasi warga miskin - sukabumiheadline.com
Ilustrasi warga miskin – sukabumiheadline.com

Baca Juga: Adu banyak penduduk miskin kota dan kabupaten di Jawa Barat, Sukabumi berapa?

Diberitakan sukabumiheadline.com sebelumnya, penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan (GK). Sedangkan, garis kemiskinan adalah nilai pengeluaran minimum yang harus dipenuhi agar tidak dikategorikan miskin.

Untuk informasi, garis kemiskinan Kota Sukabumi di tahun 2024 bervariasi tergantung periode data, dengan data September 2024 menunjukkan angka Rp595.242 per kapita per bulan (makanan & non-makanan).

Berita Terkait: Sukabumi termiskin di Jawa Barat menurut Produk Domestik Regional Bruto, ini pengertian dan cara hitung PDRB

Baca Juga :  4 tren isu utama 2026 warga Sukabumi harus aware: Ekbis, teknologi, sospol, ekonomi hijau

Mengutip dari laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS), ciri-ciri penduduk miskin terdiri dari empat, yakni:

  1. Tidak memiliki tempat tinggal yang layak
  2. Kepala keluarga atau pengurus keluarga tidak bekerja atau tidak memiliki penghasilan tetap
  3. Pernah mengalami kekhawatiran tidak makan atau tidak makan sama sekali dalam setahun terakhir
  4. Tidak mampu memperoleh makanan yang cukup untuk mempertahankan kesehatan

Rekomendasi Redaksi: Bak kamar mayat, angka kematian di Kota Sukabumi 3 kali lipat dari kelahiran

Ranking kota dan kabupaten di Jawa Barat dengan penduduk miskin terbanyak, 2024

Mengutip data BPS 2025, dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) di Kabupaten/Kota, penduduk miskin di Jawa Barat berjumlah 3.920,23 ribu jiwa (2020), lalu naik pada 2021 menjadi 4.195,34 ribu jiwa.

Baca Juga: 5 tahun terakhir penduduk miskin Kabupaten Sukabumi hanya turun 0.22%

Kemudian pada 2022, warga miskin Jawa Barat turun menjadi 4.070,98 ribu jiwa, dan turun lagi menjadi 3.883,79 ribu jiwa pada (2023), dan turun lagi pada 2024 menjadi 3.848,67 ribu jiwa.


Dilarang republikasi artikel kategori Headline dan Rubrik Headline tanpa seizin Redaksi sukabumiheadline.com

Berita Terkait

Menghitung belanja hibah Pemkab Sukabumi, naik jelang Pilkada 2024 lalu turun lagi
5 target ambisius Rp815 M Pemkab Sukabumi di tengah defisit APBD, apa kata BPKP?
Fungsi, manfaat dan tips berkendara aman di Jalan Lingkar Selatan Sukabumi
Indeks Daya Saing Daerah Sukabumi jeblok meski punya jalan tol
1 Tahun Asep Japar – Andreas: Rata-rata Lama Sekolah penduduk Sukabumi DO kelas 3 SMP
Mimpi buruk ibu tiri: Dari tragedi Arie Hanggara 1984 hingga Nizam asal Sukabumi 2026
Usia Harapan Hidup warga Kabupaten Sukabumi 75,12 tahun, kalah dari Garut dan Pangandaran
1 tahun Asep Japar-Andreas: Ranking IPM Kabupaten Sukabumi tetap jeblok

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 04:21 WIB

Menghitung belanja hibah Pemkab Sukabumi, naik jelang Pilkada 2024 lalu turun lagi

Rabu, 11 Maret 2026 - 07:00 WIB

5 target ambisius Rp815 M Pemkab Sukabumi di tengah defisit APBD, apa kata BPKP?

Kamis, 5 Maret 2026 - 21:14 WIB

Fungsi, manfaat dan tips berkendara aman di Jalan Lingkar Selatan Sukabumi

Minggu, 1 Maret 2026 - 23:36 WIB

Indeks Daya Saing Daerah Sukabumi jeblok meski punya jalan tol

Minggu, 1 Maret 2026 - 08:00 WIB

1 Tahun Asep Japar – Andreas: Rata-rata Lama Sekolah penduduk Sukabumi DO kelas 3 SMP

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131