Membaca pesan di Prasasti Sukabumi 25 Maret 804, kenapa ada di Kediri?

- Redaksi

Rabu, 25 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Prasasti Sukabumi disebut juga Prasasti Harinjing - Ist

Prasasti Sukabumi disebut juga Prasasti Harinjing - Ist

sukabumiheadline.com – Prasasti Sukabumi berisi catatan peraturan – peraturan tentang hukum yang terjadi pada tiga masa kepemimpinan, yaitu Pendeta Agung Bhagawanta Bari tahun 804 Masehi, Raja Rakai Layang Dyah Tulodong pada tahun 921 Masehi, dan diteruskan oleh keturunannya di tahun 927 Masehi.

Prasasti ini di kalangan ahli epigrafi lebih dikenal dengan nama Prasasti Harinjing. Tulisan yang terdapat pada kedua belah sisi prasasti ini ditulis dengan aksara dan bahasa Jawa Kuno. Prasasti ini terdiri dari tiga buah piagam yang mengenai hal yang sama.

Bagian depan disebut Prasasti Harinjing A. Isinya menyebutkan bahwa pada 11 suklapaksa bulan Caitra tahun 726 Saka (25 Maret 804 Masehi) para pendeta di daerah Culanggi memperoleh hak sima (tanah yang dilindungi dari pajak) atas daerah mereka karena telah berjasa membuat sebuah saluran sungai bernama Harinjing.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kebijakan pembuatan tanggul di sungai Harinjing dilakukan oleh Bhagawan Bari agar warganya tidak terkena banjir.

La Bhaganwanta Bari i Culanggi sumaksyakan simaniran mula dawu (pendeta agung Bhagawan Bari dari Culanggi menyaksikan penetapan tanah bebas pajak untuk membuat tanggul).”

Kemudian, untuk prasasti Harinjing B lebih menekankan mengenai hukum perkara yang terjadi kepada seseorang.

Pamgat bawang tiruan halaran kumonnakan sasana sang dewata lumah I kwak ka (pemberi keputusan ‘terdiri dari’ Bawang, Tiruan, Halaran yang memerintahkan surat perintah dari almarhum yang dicandikan di kwak).”

Selain itu, aturan mengenai sanksi kepada seseorang yang melanggar aturan juga tertulis di dalam prasasti Harinjing B. “Gawanta Bari ya Sangkanani Pramadanya salwirani langghana ring ajna haji lwiranya nigrahan ya ri mas ka 1 (kalau Bhagawanta Bari melanggar perintah raja maka akan mendapat denda 1 kati).”

Lantas, kenapa prasasti ini berada di Kediri?

Hal itu karena Prasasti Sukabumi adalah sebuah prasasti batu yang ditemukan di Perkebunan Sukabumi, tepatnya di Desa Siman, Kecamatan Kepung, Kediri, Jawa Timur, yang berada di punggung Gunung Kelud.

Berita Terkait

Bagaimana warga Jakarta memandang wanita Sukabumi? Religius, tapi…
Mengenal Nasibah binti Ka’ab, pelindung Nabi SAW saat Perang Uhud
5 periode Setukpa Polri Sukabumi dan sejarah Hari Bhayangkara
Mengenal 20 Sahabiyah, perempuan-perempuan inspiratif sahabat Nabi SAW
Kisah Aliya, anak sopir asal Sukabumi melawan rindu demi cita-cita dokter
Jumlah pemeluk Protestan dan Katolik di Kabupaten Sukabumi, ini kecamatan terbanyak
5 ribu pasutri di Sukabumi cerai, 380 PA kumpul perkuat fiqh al-waqi’ dan fiqh al-tahawwulat
Mengenal Aristide William, orang Sukabumi pertama kuliah di Iowa State University AS

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:43 WIB

Bagaimana warga Jakarta memandang wanita Sukabumi? Religius, tapi…

Jumat, 3 Juli 2026 - 07:44 WIB

Mengenal Nasibah binti Ka’ab, pelindung Nabi SAW saat Perang Uhud

Rabu, 1 Juli 2026 - 16:13 WIB

5 periode Setukpa Polri Sukabumi dan sejarah Hari Bhayangkara

Selasa, 30 Juni 2026 - 01:17 WIB

Mengenal 20 Sahabiyah, perempuan-perempuan inspiratif sahabat Nabi SAW

Jumat, 26 Juni 2026 - 00:22 WIB

Kisah Aliya, anak sopir asal Sukabumi melawan rindu demi cita-cita dokter

Berita Terbaru

Ilustrasi kemacetan lalu lintas menuju ke pantai - sukabumiheadline.com

Ekonomi

Warga Sukabumi masuk Top 10 pemilik mobil terbanyak

Senin, 13 Jul 2026 - 23:38 WIB