Pengakuan siswa SMK Pertanian Sukabumi asal Parungkuda korban pembacokan pelajar

- Redaksi

Sabtu, 9 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

RM, pelajar SMK Pertanian Cibadak korban pembacokan pelajar lainnya - sukabumiheadline.com

RM, pelajar SMK Pertanian Cibadak korban pembacokan pelajar lainnya - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Dua siswa SMK Pertanian Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menjadi korban pembacokan oleh pelajar dari SMK lainnya di sekitar RS DKH Cibadak, Jumat (8/5/2026) sekira pukul 17.40 WIB.

Kedua korban berinisial RM (16) asal Kecamatan Parungkuda dan SR (18) asal Cikidang akhirnya dievakuasi Babinsa Kelurahan Cibadak, Serma Aprias Supriyatna bersama Babinkamtibmas ke RSUD Sekarwangi, yang terletak tidak jauh dari lokasi kejadian. Baca selengkapnya: Dua pelajar SMK Pertanian Cibadak Sukabumi dibacok

Kepada sukabumiheadline.com, RM menceritakan kronologi kejadian hingga ia dan SR menjadi korban pembacokan oleh sekelompok pelajar yang mengendarai sepeda motor dan membawa senjata tajam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Diakui RM, ia dan SR naik motor dengan maksud pulang ke rumah. Kemudian, sesaat setelah turun dari motor, keduanya dikagetkan kedatangan sekelompok pelajar dari salah satu SMK di Cisaat.

“Ya, saya itu sama teman, lagi jalan sambil mau pulang. Tiba-tiba ada sekelompok pelajar naik motor, banyakan lah,” katanya, Sabtu (9/5/2026).

RM kemudian berbalik untuk menyelamatkan diri. Sementara itu, SR juga berhasil menyelamatkan diri searah dengan RM. SR pun berusaha memacu motor hingga ke sekitar Jembatan Leuwigoong.

“Saya panik. Saya lihat dari mata saya sendiri. Itu membawa golok, dan saya dikejar sampai di Jembatan Leuwigoong,” ungkap RM.

Namun, upaya tersebut gagal karena RM dan SR terjebak arus lalu lintas yang sedang macet. Alhasil, keduanya harus mengalami jadi korban pembacokan.

RM juga membantah bahwa para pelaku pulang satu arah dengan dirinya. Menurutnya, apra pelaku memang sengaja mencegat dan mengejar dirinya dan SR.

“Karena di situ macet. Emang mereka niat mencegat kita,” pungkasnya.

Berita Terkait

Kolaborasi haram dua pria Kalapanunggal dan Kabandungan Sukabumi maling domba
Infrastruktur listrik dan internet di wilayah Pajampangan Sukabumi belum merata
Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi minta PT Prosweal Indomax Parungkuda patuhi 20 poin rekomendasi
Perhutani KPH Sukabumi dan TNGHS komitmen lindungi kawasan hutan
Rania, bayi stunting di Cikidang Sukabumi akhirnya ditangani polisi
Ratusan ASN Kota Sukabumi diperiksa terkait judol Rp1,8 miliar
Innalillahi, rumah Sekdes di Kasepuhan Sinarresmi Sukabumi ludes terbakar
KDM: Terkesan Jawa Barat hanya Sukabumi, urus atuh ku nu di handap!

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 08:09 WIB

Kolaborasi haram dua pria Kalapanunggal dan Kabandungan Sukabumi maling domba

Kamis, 10 September 2026 - 23:00 WIB

Komisi II DPRD Kabupaten Sukabumi minta PT Prosweal Indomax Parungkuda patuhi 20 poin rekomendasi

Kamis, 10 September 2026 - 20:01 WIB

Perhutani KPH Sukabumi dan TNGHS komitmen lindungi kawasan hutan

Rabu, 9 September 2026 - 17:10 WIB

Rania, bayi stunting di Cikidang Sukabumi akhirnya ditangani polisi

Selasa, 8 September 2026 - 21:27 WIB

Ratusan ASN Kota Sukabumi diperiksa terkait judol Rp1,8 miliar

Berita Terbaru

Sebuah rumah bergaTaufiq Ismail membaca puisi di Kota Sukabumi - Fadli Zon

Kultur

Kala penyair legendaris Taufiq Ismail baca puisi di Sukabumi

Minggu, 13 Sep 2026 - 21:42 WIB

Ilustrasi vape - sukabumiheadline.com

Regulasi

BNN minta semua jenis vape dilarang

Sabtu, 12 Sep 2026 - 22:21 WIB