sukabumiheadline.com – Indonesia bakal jadi negara pertama yang menggunakan Compressed Natural Gas (CNG) tabung 3 kilogram (kg) pengganti Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kg.
Saat ini, menurut Menurut Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Laode Sulaeman, pihaknya tengah mematangkan rencana implementasi CNG dalam tabung 3 kg sebagai bahan bakar masak.
Inovasi ini, kata dia, akan didukung oleh teknologi tabung Tipe 4 berbahan serat fiber. Laode memastikan pihaknya tengah menyiapkan peta jalan agar pengalihan energi ini dapat berjalan aman dan efisien di tingkat rumah tangga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kita kalau jadi nih, ini bisa jadi di dunia pertama yang menggunakan untuk rumah tangga bener ya? Pertama kali memang tantangannya banyak seperti kata Pak Menteri tadi tapi kan kita nggak akan pernah berhasil kalau nggak pernah menghadapi tantangannya itu,” ujarnya dikutip dari Podcast Bukan Abuleke Kementerian ESDM, Selasa (19/5/2026).
Pemerintah, kata dia, menargetkan penggunaan tabung Tipe 4 ini karena memiliki bobot yang sangat ringan dan kuat untuk menampung tekanan gas tinggi. Selama ini, teknologi serupa di tingkat global baru diaplikasikan untuk ukuran yang setara dengan LPG 12 kg ke atas.
“Jadi tabung ini kan kita bikin tipe 4 ini memang belum ada di dunia untuk menggantikan untuk setara LPG 3 kilo ya yang ada yang setara LPG 12 kilo yang sudah dipakai sekarang ke atas itu baru dipakai ya,” katanya.
Selain faktor teknologi, transisi dari LPG ke CNG diproyeksikan mampu mengurangi beban subsidi energi nasional sekitar 30 hingga 40%. Hal itu dimungkinkan karena CNG menggunakan komponen gas alam dari dalam negeri, berbeda dengan LPG yang porsi impornya mencapai 7 juta ton per tahun.
“Setelah dihitung-hitung tadi Pak Menteri menyampaikan sebenarnya masih tetap diperlukan adanya subsidi tetapi subsidi itu berkurang tadi bisa 30 sampai 40% karena proses efisiensinya kita CNG ini yang punya kita sendiri dibanding dengan kita harus impor,” tambahnya.
Soal operasional harian, pemerintah menjamin bahwa masyarakat tidak perlu melakukan modifikasi besar-besaran untuk beralih ke energi baru ini. Sistem katup atau valve pada tabung CNG dirancang khusus agar serasi dengan peralatan memasak yang sudah dimiliki warga saat ini.
“Ide awalnya itu harus sama sama LPG 3 kilo nggak boleh berbeda nanti kalau berbeda ibu-ibunya merasa keberatan nanti. Masyarakat tidak perlu mengganti kompor,” tandasnya.
Baca Juga: Pernah meledak di Sukabumi 2 tewas, Bahlil: Pemerintah siapkan CNG 3 kg ganti elpiji
Pernah meledak di Sukabumi

Meskipun jauh lebih murah, namun CNG tidak menjamin aman bagi pengguna. Sekira tiga tahun lalu, sebuah truk Isuzu pengangkut Tabung Gas diduga mengalami kebocoran dan menyebabkan ledakan sekira Pukul 17.40 WIB di Kampung Lodaya, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (27/11/2023).
Peristiwa ini mengejutkan warga sekitar dan menimbulkan keprihatinan akan keselamatan transportasi bahan berbahaya di wilayah Sukabumi. Baca selengkapnya: 9 Korban dan 2 Tewas, Ledakan Tabung Gas CNG di Cibadak Sukabumi
“Setelah mendapatkan informasi kami bersama anggota Polsek Cibadak langsung turun ke lokasi kejadian,” ungkap Kompol Ridwan bin Ishak ketika itu.
Kejadian ini melibatkan beberapa kendaraan, termasuk mobil Avanza hitam dan Suzuki Grand Vitara biru. Masyarakat sekitar juga dilibatkan sebagai saksi dan pertolongan pertama. Saat ini, barang bukti dan truk Isuzu yang menjadi penyebab kejadian masih berada di lokasi. Baca selengkapnya: Digadang Pengganti Pertalite Harga Rp3 Ribu per Liter, CNG Meledak di Cibadak Sukabumi
“Kami dari pihak kepolisian melakukan pengamanan dan melaksanakan pengaturan arus lalu lintas untuk terjaminnya situasi arus lalu lintas kondusif dan lancar,” pungkasnya.
9 orang jadi korban
Sembilan orang dikabarkan menjadi korban ledakan tabung gas CNG tersebut. Dua orang dinyatakan meninggal dunia dan tujuh lainnya dalam kondisi luka berat.
“Korban untuk sementara yang dibawa ke RSUD Sekarwangi ada sembilan orang, satu meninggal dunia (tewas), satu kritis, dan tujuh orang luka berat,” kata Ridwan.
Polisi masih menyelidiki dugaan penyebab ledakan, termasuk siapa yang bertanggung jawab atas kejadian ini, juga akan mendatangkan ahli untuk menentukan pemicu pasti meledaknya tabung gas tersebut.
Adapun kedua tabung gas yang meledak, satu di antaranya terlempar ke udara lalu menimpa mobil Vitara dan satu ke kebun. Baca selengkapnya: Ternyata Ini Penyebab Ledakan Tabung CNG di Cibadak Sukabumi, Kepsek SD Korban Tewas









