4 kelompok prioritas penerima MBG diumumkan BGN

- Redaksi

Rabu, 24 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi menu Program MBG - sukabumiheadline.com

Ilustrasi menu Program MBG - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Badan Gizi Nasional (BGN) memperbarui fokus sasaran penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memprioritaskan kelompok masyarakat yang dinilai paling membutuhkan intervensi pemenuhan gizi. Langkah ini diambil setelah pemutakhiran dan validasi data penerima manfaat secara berkelanjutan.

Menurut Wakil Kepala sekaligus Juru Bicara BGN, Agustina Arumsari, data yang akurat menjadi fondasi utama dalam penyusunan kebijakan gizi nasional. Ia menegaskan, pemerintah ingin memastikan bantuan gizi benar-benar diterima oleh kelompok yang membutuhkan.

Dalam proses refocusing program, BGN menetapkan sejumlah kelompok prioritas penerima MBG.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Data yang akurat sangat penting karena menjadi dasar bagi kami dalam menyusun kebijakan penerima manfaat,” kata Arum dalam keterangan persnya, Rabu (24/6/2026).

Tujuannya adalah memastikan intervensi gizi diberikan kepada kelompok yang benar-benar membutuhkan sehingga manfaat program dapat dirasakan secara optimal,” lanjut dia.

Arum menjelaskan, BGN saat ini terus melakukan pemutakhiran dan validasi data penerima manfaat dengan mengintegrasikan berbagai indikator yang mencerminkan kondisi masyarakat di lapangan.

Arum bilang, terdapat sejumlah faktor yang menjadi pertimbangan dalam menentukan prioritas penerima manfaat MBG. Faktor tersebut meliputi ketahanan gizi, kondisi sosial ekonomi, hingga akses masyarakat terhadap pemenuhan kebutuhan gizi.

“Kami ingin memastikan bahwa kebijakan yang diambil benar-benar berbasis data. Karena itu, kualitas data terus kami perbaiki agar dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kelompok masyarakat yang membutuhkan dukungan pemenuhan gizi,” ujarnya.

BGN juga telah melakukan identifikasi dan pemetaan sejumlah wilayah serta satuan pendidikan sebagai bagian dari proses validasi data. Hasil pemetaan tersebut akan terus diperbarui seiring masuknya data baru dan hasil verifikasi lapangan.

Arum menegaskan, refocusing yang dilakukan bukan sekadar penyesuaian program, melainkan upaya memastikan setiap kebijakan yang diambil sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

“Refocusing yang kami lakukan bukan semata-mata penyesuaian program, tetapi bagian dari upaya memastikan setiap kebijakan benar-benar berbasis kebutuhan masyarakat. Karena itu, data menjadi fondasi utama dalam seluruh proses pengambilan keputusan,” kata dia.

Berita Terkait

Pemuda Sunda harus berdaya di bidang ekonomi dan pendidikan
Jawa Barat raih Indonesia Muslim Travel Index Terbaik di Indonesia
4 wamen dan 3 kepala badan baru dilantik Prabowo
Pemprov Jabar bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah hingga tingkat desa
Survei CELIOS: 75% responden stres dengan kebijakan Prabowo-Gibran, direspons Gerindra
Antisipasi dampak Sesar Lembang, Pemprov Jabar berkantor di Cirebon atau Purwakarta
Pemprov rilis Program Jabar Sakola: Bantuan PJS, seragam hingga SPP gratis
Mahfud MD: Gibran bisa dimakzulkan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 19:50 WIB

Jawa Barat raih Indonesia Muslim Travel Index Terbaik di Indonesia

Kamis, 15 Oktober 2026 - 17:00 WIB

4 wamen dan 3 kepala badan baru dilantik Prabowo

Kamis, 15 Oktober 2026 - 05:29 WIB

Pemprov Jabar bentuk Tim Pemburu Anak Tidak Sekolah hingga tingkat desa

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:00 WIB

Survei CELIOS: 75% responden stres dengan kebijakan Prabowo-Gibran, direspons Gerindra

Rabu, 14 Oktober 2026 - 04:29 WIB

Antisipasi dampak Sesar Lembang, Pemprov Jabar berkantor di Cirebon atau Purwakarta

Berita Terbaru

Ilustrasi aktivitas pemadam kebakaran hutan - sukabumiheadline.com

Sukabumi

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Jumat, 23 Okt 2026 - 14:05 WIB