sukabumiheadline.com – Ketinggian wilayah atau elevasi, adalah jarak vertikal suatu lokasi dari permukaan air laut rata-rata (mean sea level). Ukuran ini biasanya dinyatakan dalam satuan meter di atas permukaan laut (mdpl) dan sangat memengaruhi karakteristik fisik, suhu udara, serta potensi vegetasi suatu daerah.
Melansir artikel di website resmi Badan Pusat Statistik (BPS), wilayah dengan dataran rendah berada pada kurang dari 200 mdpl. Daerah ini umumnya memiliki suhu hangat hingga panas dan cocok digunakan untuk permukiman, industri, serta pertanian lahan basah (seperti sawah).
Sementara itu, dataran sedang berada pada 200 – 600 mdpl. Area ini menjadi wilayah transisi dengan iklim yang relatif sejuk dan mendukung berbagai jenis perkebunan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sedangkan dataran tinggi, berada pada ketinggian lebih dari 600 mdpl. Wilayah berhawa sejuk hingga dingin, yang biasanya dimanfaatkan untuk pariwisata, perkebunan teh, sayuran, dan kawasan konservasi.
10 daerah tertinggi di Jawa Barat

BPS juga merilis 10 kota dan kabupaten di Jawa Barat yang berada pada ketinggian lebih dari 600 mdpl. Sementara itu, Kabupaten Kuningan, Sumedang, Cianjur dan Tasikmalaya berada di bawah 600 mdpl.
Berikut daftar 10 kabupaten dan kota di Jawa Barat yang berada di kawasan tertinggi di Tatar Pasundan, dikutip sukabumiheadline.com, Senin (6/7/2026).
- Kota Cimahi: 794,36 mdpl
- Bandung Barat: 789,56 mdpl
- Garut: 758,92 mdpl
- Bandung: 728,01 mdpl
- Kota Bandung: 716,63 mdpl
- Kota Sukabumi: 622,65 mdpl
- Kuningan: 533,74 mdpl
- Sumedang: 462,75 mdpl
- Cianjur: 454,66 mdpl
- Tasikmalaya: 411,40 mdpl
Untuk informasi, angka pada di atas merupakan rata-rata ketinggian wilayah administratif.









