sukabumiheadline.com – Satu tahun lebih Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan, belum menunjukkan dampak signifikan pada kenaikan produksi sayuran semusim di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Produksi sayuran semusim adalah jumlah hasil panen dari tanaman sumber vitamin dan mineral berumur pendek (kurang dari satu tahun) yang bagian daun, bunga, buah, atau umbinya dikonsumsi.
Sayuran semusim juga memiliki siklus hidup singkat, biasanya dipanen dalam satu musim tanam sebelum tanaman tersebut mati, kurang dari satu tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Contoh komoditas sayuran semusim antara lain bawang merah, bawang putih, bawang daun, cabai, tomat, terung, dan ketimun. Selain itu, sawi, bayam, kangkung, dan kol/bunga kol.
Berdasarkan data tersedia dari Badan Pusat Statistik (BPS), Program MBG tidak berdampak signifikan terhadap produksi sayuran semusim di Kabupaten Sukabumi.

Meskipun sejumlah jenis sayuran mengalami kenaikan produksi, namun tergolong normal. Sebagai contoh, buncis mengalami kenaikan produksi pada 2025 menjadi 88.419,00 kuintal. Jumlah tersebut naik dibandingkan 2024 yang hanya 51.240,30 kuintal.
Namun, produksi sayuran buncis dari Sukabumi dua tahun sebelumnya (2022-2023) jauh melebihi dua tahun terakhir (2024-2025). Pada 2022, produksi buncis dari Sukabumi sebanyak 146.492,00 kuintal. Jumlah tersebut turun pada 2023 menjadi hanya 96.641,00 kuintal.
Sementara itu untuk bawang daun, produksinya terus menurun dalam 4 tahun terakhir, 83.046,00 kuintal (2022), 69.533,00 kuintal (2023), 50.987,00 kuintal (2024), dan 41.928,60 kuintal (2025).
Produksi sayuran semusim di Kabupaten Sukabumi (2024-2025)

Berikut adalah data Produksi Tanaman Sayuran dan Buah-buahan Semusim Menurut Jenis Tanaman di Kabupaten Sukabumi (kuintal), 2022–2025, dikutip sukabumiheadline.com dari Satuan produksi dalam kilogram, Badan Pusat Statistik (BPS), pada bagian Statistik Pertanian Hortikultura SPH-SBS, Rabu (12/8/2026).
Produksi sayuran naik (2024-2025)
Dalam kurun 2024-2025, tercatat 11 jenis sayuran mengalami kenaikan produksi, yakni:
- Bayam: 1.641,45 (2024), 2.432,00 (2025) naik
- Buncis: 51.240,30 (2024), 88.419,00 (2025) naik
- Kacang Panjang: 72.132,42 (2024), 104.858,10 (2025) naik
- Kangkung: 12.549,00 (2024), 14.680,00 (2025) naik
- Ketimun: 80.375,50 (2024), 139.313,10 (2025) naik
- Kubis: 43.985,00 (2024), 51.275,14 (2025) naik
- Labu Siam: 32.711,00 (2024), 67.908,00 (2025) naik
- Petsai: 86.170,00 (2024), 105.143,85 (2025) naik
- Terung: 54.637,50 (2024), 114.870,40 (2025) naik
- Tomat: 146.839,00 (2024), 170.904,40 (2025) naik
- Wortel: 16.531,50 (2024), 19.152,00 (2025) naik
*dalam satuan kuintal
Produksi sayuran turun (2024-2025)
Dalam kurun 2024-2025, tercatat 6 jenis sayuran mengalami penurunan produksi, yakni:
- Bawang Daun: 50.987,00 (2024), 41.928,60 (2025) turun
- Bawang Merah: 3.992,00 (2024), 3.285,60 (2025) turun
- Cabai Besar: 69.632,00 (2204), 56.195,00 (2025) turun
- Cabai Keriting: 142.901,00 (2024), 125.551,30 (2025) turun
- Cabai Rawit: 167.558,00 (2024), 158.769,20 (2025) turun
- Jamur Tiram: 83.493,40 (2024), 31.790,00 (2025) turun
*dalam satuan kuintal
Produksi sayuran tidak ada data (2024-2025)
Sementara itu, 5 jenis sayuran yangvtidak tersedia data meliputi kentang, bawang putih, jamur merang, jamur lainnya, dan kembang kol.









