sukabumiheadline.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyelesaikan pembangunan Jalan Tol Ciawi-Sukabumi. Saat ini, sudah memasuki tahap pembangunan Seksi 3 yang menghubungkan Cibadak hingga Sukabumi Barat. Baca selengkapnya: Profil Jalan Tol Bocimi Seksi 3, Cibadak-Sukabumi Barat Dibangun di Atas 2.424 Bidang Tanah
Namun, warga Sukabum, Jawa Barat, sepertinya harus bersabar karena ruas tol tahap tiga ini tidak akan rampung dalam waktu singkat. Baca selengkapnya: 5 foto siang malam mengintip pengerjaan Jalan Tol Bocimi Seksi 3, mustahil selesai tahun ini

Mengutip informasi dari unggahan akun Instagram resmi Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) @pupr_bpjt, Jumat (15/11/2024), progres pembangunan Tol Ciawi-Sukabumi Seksi 3 Cibadak-Sukabumi Barat telah mencapai 16,4 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Baca Juga: Menteri PUPR klaim mudik Lebaran 2024 Jalan Tol Bocimi Seksi 3 beroperasi, tapi faktanya?
“Seksi 3 Cibadak-Sukabumi Barat (13,7 km) masih dalam tahap konstruksi dengan progres 16,4% ditargetkan selesai konstruksinya pada Q2 2026,” tulisnya dalam keterangan unggahan tersebut, dikutip sukabumiheadline.com, Ahad (17/11/2024).
Ada pun panjang total Jalan Tol Ciawi-Sukabumi adalah 54 kilometer yang terbagi menjadi empat seksi. Yakni, Seksi 1 Ciawi-Cigombong (15,3 kilometer) dan Seksi 2 Cigombong-Cibadak (11,9 kilometer) yang telah beroperasi.
Rekomendasi Redaksi:
Kemudian ada Seksi 4 Sukabumi Barat-Sukabumi Timur (13,05 kilometer) yang masih dalam tahap persiapan konstruksi.
Tol ini bermanfaat untuk memberikan dukungan kelancaran konektivitas perekonomian masyarakat Jawa Barat bagian selatan yang tinggal di daerah Bogor, Ciawi, dan Sukabumi.
Rekomendasi Redaksi: Jalan Tol Bocimi ubah komposisi kepemilikan, bagaimana nasib Seksi 3?
“Rencana umum jaringan jalan yang direncanakan sejalan dengan visi dan misi asta cita Presiden RI Prabowo Subianto dan Wapres RI Gibran Rakabuming Raka yaitu pada misi meningkatkan lapangan kerja, kewirausahaan dan pengembangan infrastruktur serta melanjutkan hilirisasi dan indusatrialisasi untuk meningkatkan nilai tambah di dalam negeri,” kata Direktur Jalan Bebas Hambatan Wilan Oktavian.