Wanita Sukabumi malah beri ide ini ke anak dalam dugaan pembunuhan tetangga sendiri

- Redaksi

Senin, 7 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tersangka N, wanita Sukabumi dalam dugaan pembunuhan - Istimewa

Tersangka N, wanita Sukabumi dalam dugaan pembunuhan - Istimewa

sukabumiheadline.com – Empat pelaku dugaan pembunuhan pemuda bernama, Diki Jaya akhirnya ditangkap Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Sukabumi di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Mirisnya, salah satu yang ditangkap adalah seorang wanita. Perempuan berusia 48 tahun itu ditangkap karena turut berperan dalam kasus pembunuhan yang dilakukan oleh anaknya sendiri.

Wanita berinisial E itu ditangkap bersama anaknya, N (19). Keduanya merupakan warga Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sedangkan dua pelaku lainnya GM (20) Kelurahan Karangtengah, Kecamatan Gunung Puyuh, Kota Sukabumi dan J (18) warga Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu.

Kepala Polres Sukabumi, AKBP Samian mengatakan pengungkapan perkara dugaan pembunuhan berdasarkan temuan mayat yang sulit dikenali di Kampung Cilengka, Desa Pasir Baru, Kecamatan Cisolok pada Ahad (29/9/2024) pagi.

“Berbekal kemampuan scientific crime investigation akhirnya mayat yang ditemukan merupakan korban dugaan pembunuhan dan dapat teridentifikasi,” jelas Samian saat konferensi pers di Palabuhanratu, Senin (7/10/2024).

Selanjutnya, Satuan Reskrim melakukan pengembangan hingga empat pelaku berhasil diamankan dari wilayah Desa Citepus, Kecamatan Palabuhanratu, beberapa hari lalu.

Selain itu penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi kasus tersebut. Dari hasil penyidikan diketahui bila dugaan pembunuhan berlokasi di Pantai Katapang Condong, Desa Citepus pada Sabtu, 21 September 2024 pukul 23.30 WIB.

Bahkan jasad korban sempat dikubur di tepi pantai Katapang Condong. Namun akhirnya dibongkar lagi dan dibawa ke tempat lebih jauh dan dibuang ke sebuah tempat di bawah tembok penahan tanah (TPT) pinggir jalan di Desa Pasir Baru, Cisolok.

“Pelaku N berperan sebagai eksekutor yang membunuh korban dan menguburnya di pantai sebelum memindahkan jasad ke Cisolok,” tutur Samian.

Kemudian, lanjut ia, pelaku GM membantu N mengubur dan membuang jasad korban menumpang sepeda motor. Sementara pelaku J ikut menggali dan menggotong jasad saat di lokasi pembunuhan.

“Sedangkan pelaku E ibunya N berperan menyuruh ketiga pelaku untuk memindahkan jasad korban yang sebelumnya telah dikubur di pinggir pantai serta menyembunyikan terkait kematian korban,” ujar Samian.

Terkait motif, ia mengatakan, dugaan pembunuhan diawali adanya salah faham pada saat minum minuman keras (miras) bersama sama di tepi pantai. Dari salah faham itu pelaku N mengambil satu bilah pisau dapur.

“Kemudian ditusukkan di bagian leher sebelah kiri korban, pada saat korban sudah tidak berdaya ditelungkupkan dan ditusuk sebanyak dua kali di punggung,” kata Samian.

“Sehingga motifnya salah faham pada saat minum minuman keras secara bersama sama,” sambung Kepala Polres Sukabumi yang baru menjabat sekitar 2 bulan.

Atas perbuatannya, para pelaku akan dijerat pasal 338 KUHP subsider 351 ayat 3 KUHP, juncto pasal 55 ayat 1 ke satu E KUHP, dan atau 181 KUHP dan atau 221 KUHP dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.

Pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti, antara lain satu bilah pisau dapur, cangkul, celana panjang abu-abu, jaket hitam cream merek Kamikaze milik korban, kaos merah, serta sepeda motor Yamaha Mio tanpa pelat nomor polisi.

Berita Terkait

Jual jaket ojol kurang Rp30 ribu, dua pria Sukabumi saling bacok
Penjual ratusan botol miras di Cibadak, Parungkuda, Nagrak, dan Cikembar disikat Polres Sukabumi
5 wisatawan asal Bekasi tenggelam di Pantai Cibuaya Sukabumi
DPRD Kabupaten Sukabumi minta Perumda AMTJM setor PAD Rp20 miliar
Sukabumi satu dari 10 daerah dengan jumlah lansia terbanyak, pengertian dan kriteria lanjut usia
Pria Gunungpuyuh dan Cikole Sukabumi jadi TO, terancam 20 tahun penjara
Program Genting: PT Astra International – BKKBN kolaborasi cegah stunting di Sukabumi
Penimbun 150 jerigen BBM bersubsidi di Simpenan Sukabumi, terancam denda Rp60 miliar

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:00 WIB

Jual jaket ojol kurang Rp30 ribu, dua pria Sukabumi saling bacok

Senin, 12 Oktober 2026 - 19:00 WIB

Penjual ratusan botol miras di Cibadak, Parungkuda, Nagrak, dan Cikembar disikat Polres Sukabumi

Minggu, 11 Oktober 2026 - 16:00 WIB

5 wisatawan asal Bekasi tenggelam di Pantai Cibuaya Sukabumi

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:00 WIB

DPRD Kabupaten Sukabumi minta Perumda AMTJM setor PAD Rp20 miliar

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Sukabumi satu dari 10 daerah dengan jumlah lansia terbanyak, pengertian dan kriteria lanjut usia

Berita Terbaru