Jumlah Total Utang 3 Anak Presiden Soeharto yang Dikejar Sri Mulyani

- Redaksi

Senin, 13 September 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bambang, Tutut dan Tommy Soeharto. l Istimewa

Bambang, Tutut dan Tommy Soeharto. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINE.com l Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani terus menagih piutang kepada sejumlah debitur yang dinilai belum melunasi kewajibannya terhadap pemerintah. Sebagai Menkeu, Sri Mulyani bertindak sebagai Ketua Tim Panitia Piutang Negara.

Pihak-pihak yang kewajibannya masih dikejar Sri Mulyani adalah Keluarga Cendara. Utang-utang tersebut merupakan sisa warisan dari era Pemerintahan Orde Baru yang hingga kini proses pelunasannya masih terkatung-katung.

Berikut adalah ketiga anak mantan Presiden Soeharto yang masih memiliki utang ke pemerintah dan masih dalam proses penagihan, dikutip dari berbagai sumber dan diurut berdasarkan besaran utang terkecil hingga besar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

3. Bambang Trihatmodjo

Putra mantan Presiden Soeharto tersebut itu merupakan ketua konsorsium swasta yang ditunjuk pemerintah Orde Baru menjadi penyelenggara gelaran olahraga antar-negara ASEAN di Jakarta. Konsorsium tersebut mempunyai tugas antara lain menyediakan dana untuk penyelenggaraan SEA Games XIX Tahun 1997.

Kementerian Sekretariat Negara, menyebutkan saat itu konsorsium swasta kekurangan dana sehingga harus ditalangi pemerintah sebesar Rp35 miliar. Akibatnya, negara pada saat itu harus menalangi kekurangan dana dari pihak konsorsium swasta sebesar Rp35 miliar.

Sebab menolak membayar utang ke negara, Bambang bahkan sempat dicekal keluar negeri oleh pihak Imigrasi sesuai permohonan dari Kementerian Keuangan.

Utang Bambang Trihatmodjo kepada negara sebenarnya merupakan piutang yang dialihkan dari Kementerian Sekretariat Negara (Setneg) ke Kementerian Keuangan.

2. Tutut Soeharto

Siti Hardijanti Rukmana alias Tutut Soeharto merupakan anggota Keluarga Cendana kedua yang disasar Satgas BLBI setelah Tommy Soeharto. Utang BLBI atas nama Tutut Soeharto tersebut muncul setelah pemerintah memberikan dana kepada 3 perusahaan miliknya yakni PT Citra Mataram Satriamarga, PT Marga Nurindo Bhakti, dan PT Citra Bhakti Margatama Persada.

Ketiga perusahaan tersebut memiliki utang ke negara masing-masing Rp191,6 miliar, Rp471,4 miliar, Rp6,52 juta dollar AS, dan Rp14,79 miliar. Menariknya dan berbeda dengan para obligor BLBI lainnya, utang ke negara tersebut tidak disertai dengan jaminan aset sama sekali, jaminan yang dipakai saat itu hanya berupa SK proyek.

Namun begitu, Tutut belum pernah dipanggil langsung oleh Satgas BLBI. Sementara Hutomo Mandala Putra sempat dipanggil menghadap Satgas BLBI.

1. Tommy Soeharto

Anak bungsu Keluarga Cendana ini tersandung pinjaman negara. Hutomo Mandala Putra alias Tommy Soeharto memiliki .total utang yang ditagihkan pemerintah sebesar Rp2,6 triliun.

Satgas BLBI memanggil Tommy Soeharto dalam kaitannya sebagai pengurus PT Timor Putra Nasional (TPN). Perusahaan yang dibentuk dalam rangka proyek mobil nasional (mobnas). PT TPN beroperasi pada kurun waktu tahun 1996 sampai tahun 2000, dan sempat terhempas krisis moneter yang terjadi pada 1998.

PT TPN lahir setelah terbitnya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 1996 tentang Pembangunan Industri Mobil Nasional yang diteken Presiden Soeharto.

Inpres ini meminta Menteri Perindustrian dan Perdagangan, Menteri Keuangan, dan Menteri Negara Penggerak Dana Investasi/Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal untuk secepatnya mewujudkan industri mobil nasional. Dalam Inpres itu, intruksi Presiden Soeharto tegas, perusahaan milik Tommy Soeharto ini diberikan fasilitas pembebasan PPnBM.

Berita Terkait

Ekonom beri tips agar tak jatuh miskin di usia senja, cegah sandwich generation
Ini 40 kecamatan penghasil jambu biji di Sukabumi, Indonesia juara dunia
Overview Jalan Tol Bocimi Seksi 3, BPJT: Progres konstruksi sudah 81,49%
Membanding produksi nanas Indonesia, Jawa Barat, Sukabumi dan kecamatan penghasil
Mori Hanafi nilai skema investasi dan masa konsesi Tol Bocimi kurang transparan
Insentif SPPG Rp6 juta per hari ditata ulang
15 kecamatan terbanyak konsumen air bersih dan volume di Kabupaten Sukabumi
Warga Jawa Barat, BBB 2026 mulai digelar, pasar kreatif penggerak UMKM

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 12:13 WIB

Ekonom beri tips agar tak jatuh miskin di usia senja, cegah sandwich generation

Sabtu, 13 Juni 2026 - 08:34 WIB

Overview Jalan Tol Bocimi Seksi 3, BPJT: Progres konstruksi sudah 81,49%

Sabtu, 13 Juni 2026 - 04:08 WIB

Membanding produksi nanas Indonesia, Jawa Barat, Sukabumi dan kecamatan penghasil

Jumat, 12 Juni 2026 - 19:21 WIB

Mori Hanafi nilai skema investasi dan masa konsesi Tol Bocimi kurang transparan

Jumat, 12 Juni 2026 - 11:52 WIB

Insentif SPPG Rp6 juta per hari ditata ulang

Berita Terbaru

Ilustrasi perdamaian dua pihak yang bertikai - sikabumiheadline.com

Internasional

Iran-AS damai, ini bocoran 14 butir kesepakatan

Senin, 15 Jun 2026 - 19:50 WIB