Nenek di Bogor Terbelit Utang Rp4 Juta untuk Obati Anak, 2 Cucu Jadi Jaminan 20 Hari

- Redaksi

Senin, 9 Agustus 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mardiyah bersama cucu-cucunya. l Istimewa

Mardiyah bersama cucu-cucunya. l Istimewa

SUKABUMIHEADLINES.com – Malang benar nasib Mardiyah (58) warga Kelurahan Bubulak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, Jawa Barat. Ia terlilit utang untuk membiayai anaknya yang sakit, tapi kedua cucunya dipaksa dijadikan jaminan oleh rentenir dan ditahan selama 20 hari.

“Jadi Nenek Mardiyah ini anaknya sakit, pinjam uang kepada ibu M. Setelah uangnya diterima nenek, salah satu cucu laki-lakinya berusia 5 tahun dibawa oleh yang memberi utang, indikasinya seperti rentenir, alasannya ingin diajak menginap di rumah Ibu M,” kata Kuasa Hukum dari Pusat Bantuan Hukum (PBH) Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia) Cibinong, Kusnadi, Minggu (8/8/2021).

Dilansir viva.com, Kusnadi menyebut, jika selama 20 hari balita itu tinggal di rumah M sejak pertengahan Juli hingga awal Agustus. Bahkan, hingga ibu kandung dari anak tersebut, anak dari nenek Mardiyah, meninggal dunia, M tetap tidak memulangkan anak tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Miris! Nenek di Bogor Terlilit Utang, 2 Cucu Dibawa 20 Hari untuk Jaminan (5)
Nenek terlilit utang, 2 cucu dibawa rentenir untuk jadi jaminan. Foto: Dok. Istimewa

“Sampai ibu kandung sang anak meninggal dunia, cucunya tidak juga dikembalikan ke rumah oleh Ibu M ini,” kata Kusnadi.

Beberapa hari kemudian, M kembali datang ke rumah Mardiyah bersama temannya, N, yang juga sebelumnya meminjamkan uang kepada Mardiyah.

Saat itu, Mardiyah disodori surat kesepakatan untuk ditandatangani ketiga belah pihak. Kesepakatannya berisi, nenek Mardiyah memiliki utang sebesar Rp 15,4 juta kepada N dan Rp 4 juta M. Sebagai jaminannya, M membawa cucu perempuan Mardiyah berusia 10 tahun tanpa izin.

“Jadi dalam perjanjian itu selama Nenek Mardiyah belum mengembalikan uang pinjaman, maka kedua cucu itu tetap berada di rumah kedua ibu pemberi pinjaman,” ungkap Kusnadi seperti dilansir kumparan.com.

Tak hanya itu, keluarga Mardiyah juga menerima ancaman pembunuhan dari anaknya M. Karena khawatir dengan keselamatan cucunya, Mardiyah dibantu warga dan kerabatnya kemudian meminta bantuan PBH Peradi Cibinong untuk melaporkan kasus ini ke Polresta Bogor Kota.

“Untuk anak yang usia 5 tahun sudah sekitar 20 hari dan yang perempuan 3 hari. Dari informasi, anak-anak ini mau dibawa ke Padang. Sempat ada ricuh di kantor polisi karena jelas ibu itu (rentenir) bilang anak ini sebagai jaminan, kalau tidak dibayar utang akan ada pertumpahan darah. Ibu (rentenir) itu berani ngomong ini di depan penyidik waktu mediasi di Polresta Bogor,” jelas Kusnadi dilansir pojokbogor.com.

Untungnya, mediasi berhasil dilakukan dan kini kedua cucu Mardiyah sudah dipulangkan oleh M dan N. “Alhamdulillah, setelah dilakukan mediasi di Polresta Bogor, kedua cucu nenek Mardiyah bisa kembali,” kata Kusnadi.

Kusnadi meminta aparat kepolisian segera memproses para pelaku yang diduga sudah melanggar undang-undang perlindungan anak karena menjadikan anak sebagai alat jaminan.

“Kami berharap kasus dugaan tindak pidana perlindungan anak ini tetap berlanjut dan akan kita kawal terus ya,” kata Kusnadi.

Berita Terkait

MK: Prajurit TNI terlibat pidana umum harus diadili di peradilan umum
Soal penyerangan bus tim EPA Persib, Erick Thohir: Kriminal, kurangi poin
KPK serahkan hasil rampasan korupsi ke Pemkab Sukabumi senilai Rp1.94 miliar
MK: Tidak ada bukti Gibran punya ijazah SLTA atau sederajat
Tugas, kedudukan dan gaji anggota Wantimpres, Rocky Gerung dapat segini
7 poin penting RUU Ketenagakerjaan akan disahkan 8 Oktober: Upah, PKWT hingga outsourcing
Terpidana Silfester Matutina, loyalis Jokowi dicopot dari Komisaris BUMN
Anggota LSM KPK memeras petani di Citepus Sukabumi, dibekuk polisi

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:00 WIB

MK: Prajurit TNI terlibat pidana umum harus diadili di peradilan umum

Selasa, 13 Oktober 2026 - 21:00 WIB

Soal penyerangan bus tim EPA Persib, Erick Thohir: Kriminal, kurangi poin

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:00 WIB

KPK serahkan hasil rampasan korupsi ke Pemkab Sukabumi senilai Rp1.94 miliar

Selasa, 6 Oktober 2026 - 23:00 WIB

MK: Tidak ada bukti Gibran punya ijazah SLTA atau sederajat

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:26 WIB

Tugas, kedudukan dan gaji anggota Wantimpres, Rocky Gerung dapat segini

Berita Terbaru

Rokok elektrik atau vape - sukabumiheadline.com

Hikmah

Kapolri minta MUI haramkan vape

Minggu, 18 Okt 2026 - 19:34 WIB