Riset: Dampak sosial dan ekonomi kehadiran Jalan Tol Bocimi bagi warga Sukabumi

- Redaksi

Senin, 11 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Jalan Tol Bocimi - sukabumiheadline.com

Ilustrasi Jalan Tol Bocimi - sukabumiheadline.com

sukabumiheadline.com – Dampak pembangunan Jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi atau Bocimi terhadap sosial dan ekonomi warga Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, menarik perhatian Ina Revayanti, seorang mahasiswi Program Studi (Prodi) Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik, Perencanaan dan Arsitektur, Universitas Winaya Mukti, Bandung.

Dalam penelitian terkait analisis faktor sosial dan ekonomi dampak pembangunan jalan tol tahap pasca konstruksi, Ina berkesimpulan bahwa kehadiran jalan tol ini telah mengubah strata sosial warga Sukabumi.

Dikutip sukabumiheadline.com dari publikasi ilmiah berjudul Dampak Pembangunan Jalan Tol Bocimi Terhadap Sosial, Ekonomi Masyarakat di Kabupaten Sukabumi (Effect of The Highway Development to Social, Economy Condition Of Local People Related to The Contruction Of The Bo-Ci-Mi Highway In Sukabumi Distric), Ina membagi hasil penelitiannya menjadi dua, yakni dampak positif dan negatif faktor sosial dan ekonomi tahap pascakonstruksi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dampak positif faktor sosial dan ekonomi tahap pascakonstruksi

Ilustrasi shuttle bus jurusan Sukabumi-Jakarta - sukabumiheadline.com
Ilustrasi shuttle bus jurusan Sukabumi-Jakarta – sukabumiheadline.com

Dampak positif faktor sosial pascakonstruksi 

Dampak positif faktor sosial, menurut Ina, pembangunan jalan tol tersebut sangat berpengaruh pada perikehidupan masyarakat terutama pada strata sosial masyarakat terdampak.

“Sebelum adanya jalan tol kondisi rumah (strata sosial) berbahan kayu dan semi permanen, akan tetapi setelah adanya penggatian kerugian akibat pembangunan jalan tol kondisi rumah (strata soaial) berubah menjadi permanen,” katanya dikutip sukabumiheadline.com, Senin (11/5/2025).

Selain itu, memperlancar kegiatan ekonomi (arus distribusi) baik kegiatan perdagangan barang maupun jasa dan SDM.

“Dengan adanya jalan tol maka aktivitas manusia dari satu daerah ke daerah
lain dapat bermobilisasi dengan lebih cepat karena manusia saat ini sangat ini
harus berpacu dengan waktu yang efektif dan efisien. Menambah angka pendapatan regional daerah (PAD) dan Pendapatan Perkapita (PDRB),” papar dia.

Ina juga mencatat dampak positif lainnya, yakni komunikasi bisnis bisa lebih intensif, memicu pemerataan pembangunan ke wilayah tertinggal dan membuka aksesbilitas

Dampak positif faktor ekonomi pascakonstruksi 

Ilustrasi investor asing dan dalam negeri - sukabumiheadline.com
Ilustrasi investor asing dan dalam negeri – sukabumiheadline.com

Lebih lanjut, Ina mencatat dampak ekonomi pascakostruksi meliputi aksesibilitas masyarakat terhadap industri semakin tinggi, mendorong percepatan pengembangan wilayah, dan arus barang industri terhindar dari pungutan liar dan perampokan barang
yang kerap terjadi di jalan Nasional.

“Alternatif peningkatan dan diversifikasi sektor ekonomi di tingkat lokal, dan adanya peningkatan harga lahan di sekitar pintu tol, penyerapan tenaga kerja,” paparnya.

“Kemudian, potensi perkembangan sektor informal pendukung kegiatan konstruksi maupun operasional jalan tol, berkontribusi terhadap peningkatan jumlah kendaraan roda empat,” jelas Ina.

Ina juga mencatat peningkatan efisiensi biaya operasional kendaraan (B.O.K) yang mencakup bahan bakar, perawatan, penggunaan ban hingga biaya depresiasi.

“Dengan demikian, menimbulkan penghematan terhadap efisiensi waktu, dan berpotensi mempercepat pengembangan wilayah, serta berpotensi tumbuhnya industri dan perdagangan,” katanya.

Dampak negatif faktor sosial dan ekonomi tahap pascakonstruksi

Gerbang Tol Bocimi Seksi 2 di Parungkuda - sukabumiheadline.com
Gerbang Tol Bocimi Seksi 2 di Parungkuda – Ilustrasi sukabumiheadline.com

Dampak negatif faktor sosial tahap pascakonstruksi

Ina mencatat, pada fase operasional, reduksi aksesibilitas antar komunitas yang terbelah wilayah permukimannya karena pembangunan jalan tol. Kemudian arus pendatang masuk yang akan memengaruhi sistem nilai dan struktur sosial yang telah terbentuk.

“Kerukunan hidup yang semula terbina dengan lebih dekat dan saling bertatap
wajah dengan mudah, sekarang menjadi sebuah kesulitan dan menciptakan
keluarga yang saling berjauhan, yang secara tidak langsung akan mengurangi
kemudahan tolong-menolong dalam ikatan kekeluargaan,” bener Ina.

“Di sisi lain, jarak tempuh ke pusat ekonomi yang semula mudah untuk penjulan hasil bumi, menempuh pendidikan, membeli kebutuhan hidup, merawat kesehatan, melahirkan dan lainya sekarang menjadi berjarak tempuh jauh karena memutar melewati vasilitas jembatan penyebrangan yang amat jarang,” lanjut dia.

Kemudian, warga juga kehilangan lahan pertanian pribadi bagi seorang petani yang adalah penopang ekonomi keluarga akan menciptakan petani pengolah lahan orang lain atau beralih bidang usaha bermodalkan dasar keahlian dari nol dengan keuangan sisa pembagian waris dari penjualan lahan-lahan tanah yang di bebaskan pengelola jalan tol.

Sehingga, daya tarik kehidupan kota mengalihkan cara berfikir penduduk desa yang telah mendapatkan bagian warisan tanah-tanah yang telah di bebaskan untuk bergaya konsumtif sesaat sebagai orang kota atau lebih memilih pindah ke kota.

“Padahal, kepemilikan lahan di sepanjang jalan tol berpotensi menimbulkan kemiskinan bagi para petani atau penggarap yang tidak mampu alih profesi,” jelas dia.

Pembangunan infrastruktur jalan terutama jalan tol (dalam lingkup luas) sangat berpengaruh pada kondisi perekonomian wilayah karena dapat memangkas waktu tempuh.

“Dengan adanya infrastruktur jalan tol, juga akan menumbuhkembangkan sektor industri. Dimana hasil produksi industri memanfaatkan keberadaan jalan tol dan berakibat pada penghematan biaya operasinal laju produksi barang atau jasa,” ungkap Ina.

Terjadinya perubahan strata sosial masyarakat akibat adanya dana pengganti dari kegiatan pembangunan jalan tol, hal ini tidak terlepas dari karakter masyarakat di setiap daerah.

“Terjadinya berbagai perubahan pola perikehidupan yang mendasar mulai dari adanya peningkatan pendapatan, perubahan kondisi perumahan, peralihan profesi masyarakat, sampai dengan kepemilikan harta benda masyarakat yang terkena dampak pembangunan jalan tol,” papar dia.

Di sisi lingkungan, tambah Ina, pembangunan infrastruktur jalan tol sebagian besar berdampak buruk. Hal tersebut karena minimnya kepedulian serta kurangnya pengawasan dan pengendalian terhadap perubahan struktur lingkungan.

“Pembangunan jalan tol menyebabkan perubahan terhadap pola lingkungan, mulai dari meningkatnya polusi debu, kondisi udara berubah menjadi lebih panas, serta dampak yang paling buruk adalah banjir,” ungkapnya.

Adapun keterkaitan pembangunan jalan tol terhadap pertumbuhan ekonomi yang ditinjau dari PDRB terdapat beberapa indikator:

  • Rencana/Pra Konstruksi (belum terpengaruh)
  • Biaya operasional kendaraan (Normal-biaya perawatan-biaya bahan bakarbiaya kecelakaan, waktu tempuh, dll) pada jalur jalan umum (jalan raya/arteri)
  • Sektor tenaga kerja
  • Sektor industri (biaya produksi-operasional pemasaran pada jalan umum)
  • UMKM (hotel, restoran, dll)
  • Konstruksi (terpengaruh sementara durasi pembangunan)
  • Biaya operasional kendaraan (meningkat-biaya perawatan-biaya bahan bakar-biaya kecelakaan, waktu tempuh, dll) melintas pada pembangunan jalan tol.
  • Sektor tenaga kerja (porsi tenaga kerja lokal dan luar)
  • Sektor industri (biaya produksi-operasional pemasaran pada jalan umum)
  • Inventasi jalan tol (sektor jasa konstruksi)
  • Pasca Konstruksi (Dampak jangka panjang)
  • Biaya operasional kendaraan (menurun-biaya perawatan-biaya bahan bakar biaya kecelakaan, waktu tempuh, dll) melintas pada pembangunan jalan tol.
  • Sektor industri (produksi-operasional pemasaran) meningkat.
  • PAD meningkat (sharing bea tol)

Mencari alternatif profesi 

Pengrajin anyaman bambu - sukabumiheadline.com
Pengrajin anyaman bambu – sukabumiheadline.com

Berdasarkan hasil analisis dampak jalan tol, Ina menyarankan agar masyarakat yang terkena dampak pembangunan jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi di Kabupaten Sukabumi terutama sebagai petani yang kehilangan lahannya, disarankan untuk mencari alternatif pekerjaan lain.

“Dengan demikian, kebutuhan keluarga tetap terpenuhi terutama mata pencarian yang difasilitasi pemerintah daerah seperti pengrajin cinderamata,” saran Ina.

Ina juga mengingatkan pentingnya optimalisasi peran pemerintah dalam pembinaan dan bimbingan sosial guna menciptakan kemampuan masyarakat dalam menciptakan lapangan pekerjaan baru.

“Pendampingan masyarakat terkait dengan ganti untung sehingga menyebabkan pergeseran profesi dari petani menjadi wirausaha,” jelas Ina.

Kemudian, ingat Ina, pentingnya penyuluhan terkait dengan ganti untung lahan, pendataan lahan pertanian yang terkena pembebasan lahan untuk pembangunan jalan tol.

“Pelatihan peningkatan usaha kecil dan mikro, dan pelatihan gabungan kewirausahaan, teknik, budidaya, peningkatan usaha kecil dan mikro,” pungkas dia.

Berita Terkait

Hitung IKK dan Indeks Keparahan Kemiskinan Kabupaten Sukabumi 5 tahun terakhir
Membanding timbulan sampah 47 kecamatan di Sukabumi: Warga mana paling banyak nyampah
Jumlah, karakteristik dan hal paling ditakutkan Gen Z Sukabumi 10 tahun ke depan
Angka ideal total fertility rate dan menghitung jumlah balita di Sukabumi
Elektrifikasi jalur KRL Sukabumi mulai 20 Mei 2026, begini spesifikasi teknisnya
Profil Mohammad Ali, Menteri Kesehatan RI ke-5 asal Sukabumi dan daftar Menkes era 1945-2026
Menghitung jumlah Gen Beta di Sukabumi, sang digital native sejati
Belajar dari kasus 2023, Sukabumi bakal tergusur dari 10 Kota Paling Toleran 2026

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 00:51 WIB

Riset: Dampak sosial dan ekonomi kehadiran Jalan Tol Bocimi bagi warga Sukabumi

Sabtu, 9 Mei 2026 - 00:55 WIB

Hitung IKK dan Indeks Keparahan Kemiskinan Kabupaten Sukabumi 5 tahun terakhir

Kamis, 7 Mei 2026 - 02:47 WIB

Membanding timbulan sampah 47 kecamatan di Sukabumi: Warga mana paling banyak nyampah

Rabu, 6 Mei 2026 - 23:14 WIB

Jumlah, karakteristik dan hal paling ditakutkan Gen Z Sukabumi 10 tahun ke depan

Selasa, 5 Mei 2026 - 04:02 WIB

Angka ideal total fertility rate dan menghitung jumlah balita di Sukabumi

Berita Terbaru