Setelah viral lagu Jang, guru Eni Mulyasari asal Sukabumi masuk dapur rekaman

- Redaksi

Selasa, 16 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Eni Mulyasari saat remakan di TA Pro Music & Publishing - Istimewa

Eni Mulyasari saat remakan di TA Pro Music & Publishing - Istimewa

sukabumiheadline.com – Video penampilan paduan suara (padus) Pondok Pesantren (Ponpes) Terpadu Darussyifa Al Fithror (Yaspida) viral di berbagai platform media sosial (medsos). Usai viral, sanga dirigen, Eni Mulyasari akhirnya masuk dapur rekaman.

Seperti diketahui, para santri dan dirigennya, Eni Mulyasari, tidak saja berhasil mempopulerkan lagu Sunda berjudul Jang, tetapi juga ponpes di mana mereka menuntut dan mengajar yang berlokasi di Jl. Kramat-Cipetir, Cipetir, Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Baca Juga:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Terlebih, aksi energik dan aktif dirigen, Eni Mulyasari, yang menampilkan kekompakan anggota padus sehingga membuat pertunjukan semakin menarik.

Viralnya grup padus Yaspida tersebut rupanya mengundang keinginan TA Pro Music & Publishing untuk mengontrak Eni Mulyasari.

Informasi dihimpun sukabumiheadline.com, Jang bukanlah lagu baru. Liriknya yang penuh makna berupa nasihat-nasihat kebaikan dalam bahasa Sunda, itu diciptakan Oon B. Baca lengkap: Viral paduan suara santri dari Sukabumi bawakan lagu Sunda “Jang”, ini lirik dan maknanya

Eni Mulyasari saat remakan di TA Pro Music & Publishing - Istimewa
Eni Mulyasari saat remakan di TA Pro Music & Publishing – Istimewa

Baca Juga:

Menyusul viralnya lagu tersebut, Eni Mulyasari, sang dirigen paduan suara yang juga guru di SMK Yayasan Pesantren Darussyifa Sukabumi, direkrut oleh TA Pro Music & Publishing untuk membawakan lagu Jang.

Videonya telah diunggah di akun resmi Youtube TA Pro Music & Publishing pada 10 Juli 2024. Dilihat sukabumiheadline.com pada Selasa (16/7/2024), video lagu Jang telah menduduki nomor 4 trending untuk kategori musik.

Baca Juga :  Perubahan perilaku perempuan 2026: Wellness, mental health, unplugging, ekspresi diri, kritis

Baca Juga:

Untuk informasi, lagu yang sarat makna ini masuk dalam album kompilasi berjudul Top Sunda Parahyangan Volume 2 pada 2018. Selain santri Ponpes Yaspida, sejumlah penyanyi telah meng-cover maupun mendaur ulang lagu itu.

Diketahui, santri Yaspida membawakan lagu Jang pada ajang Haflah Akhirussanah Ponpes Yaspida. Lagu ini terdengar tepat dibawakan dalam momen tersebut, momen pelepasan para santri yang kelak akan menjadi pribadi-pribadi yang mandiri.

Baca Juga:

Haflah akhirussanah adalah perayaan yang dilaksanakan pada akhir tahun pelajaran oleh ponpes. Selain melepas santri yang telah menempuh Pendidikan formal seperti SMK/SMA sederajat, ajang ini juga menjadi perayaan kebahagiaan kenaikan kelas bagi adik-adik kelas mereka.

Lagu Jang sangat tepat dibawakan dalam haflah akhirussanah, karena mengandung pesan bagi para santri khususnya, dan anak muda seusianya dalam menempuh kehidupan ke depan untuk menjadi lebih baik lagi.

Baca Juga :  Sehat Jiwa dan Raga, Wanita Sukabumi Melawan Stigma Negatif Zumba

Baca Juga:

Eni Mulyasari saat remakan di TA Pro Music & Publishing - Istimewa
Eni Mulyasari saat remakan di TA Pro Music & Publishing – Istimewa

Lirik Jang menceritakan bahwa hidup di dunia ini tidaklah mudah, tidak cukup hanya sekadar dipikirkan, tetapi harus sambil dijalani. Jalan kehidupan juga tidak selalu mulus dan datar, namun ada turunan dan menanjak.

Baca Juga: Siti Navisyah, Selebgram Cantik Asal Sukabumi Penakluk Gunung

Lebih dari sekadar lagi Sunda, Jang yang mengajak semua pendengar untuk merenungi maknanya, lebih tepat sebagai lagu religi yang berisi nasihat untuk mandiri dan selalu mengingat Allah SWT Sang Maha Pencipta.

Baca Juga:

Lagu Jang berpesan agar anak harus sabar saat berada dalam kekurangan dan jangan sombong jika diberi kekayaan. Seorang anak harus bersyukur dan ingat kepada Yang Maha Agung (Allah) agar tidak menjadi orang yang kufur nikmat.

Lagu Jang adalah tuntunan agar seorang anak bisa menjadi baik dan orang besar, di mana untuk mencapainya harus dibarengi ketaatan terhadap ajaran Islam, dekat dengan ulama, serta menjaga ucapan dan tingkah laku agar tidak menyakiti orang lain. Lagu Jang diakhiri dengan harapan agar anak menjadi orang yang shaleh.

Berita Terkait

5 model rambut pendek dan sebahu wanita 2026, fresh di hari istimewa
Seniman Sukabumi gelar pameran tunggal “Road to IGO” di Yogyakarta
Kecamatan terbanyak? Menghitung jumlah peserta didik dan residu di Kabupaten Sukabumi 2026
Tingkat penghunian kamar hotel di Sukabumi Februari 2026 turun
Jangan kaget! Segini biaya perawatan kecantikan Wanita Sukabumi
Khasiat dan kandungan gizi ikan sapu sapu, sering dianggap hama
Baklava, takjil favorit WNI asal Sukabumi di Arab Saudi dan populer di Indonesia
Daftar brand kosmetik halal dan pro Palestina, Muslimah wajib tahu

Berita Terkait

Sabtu, 14 Maret 2026 - 23:54 WIB

Seniman Sukabumi gelar pameran tunggal “Road to IGO” di Yogyakarta

Jumat, 6 Maret 2026 - 02:16 WIB

Kecamatan terbanyak? Menghitung jumlah peserta didik dan residu di Kabupaten Sukabumi 2026

Rabu, 4 Maret 2026 - 01:25 WIB

Tingkat penghunian kamar hotel di Sukabumi Februari 2026 turun

Selasa, 3 Maret 2026 - 04:57 WIB

Jangan kaget! Segini biaya perawatan kecantikan Wanita Sukabumi

Minggu, 1 Maret 2026 - 01:15 WIB

Khasiat dan kandungan gizi ikan sapu sapu, sering dianggap hama

Berita Terbaru


Notice: Fungsi WP_Styles::add ditulis secara tidak benar. Style dengan penangan "thickbox" telah dimasukkan ke dalam antrian dengan dependensi yang tidak terdaftar: dashicons. Silakan lihat Debugging di WordPress untuk informasi lebih lanjut. (Pesan ini ditambahkan pada versi 6.9.1.) in /home/sukaheadline/htdocs/sukabumiheadline.com/wp-includes/functions.php on line 6131