Ada Temuan Baru, Ketum PSSI Ragu Narsum Mata Najwa Wasit Liga 1

- Redaksi

Rabu, 24 November 2021

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mochamad Iriawan (Kiri). l PSSI.org

Mochamad Iriawan (Kiri). l PSSI.org

SUKABUMIHEADLINES.com l JAKARTA – Kasus pengaturan skor yang kembali ramai belakangan ini turut diulas program talkshow Mata Najwa. Dalam acara tersebut, Mr. Y mengaku dirinya sempat memimpin dua pertandingan yang sudah diatur olehnya atas arahan orang yang membayarnya.

Bahkan, Mr. Y berani mengatakan praktik hitam ini dilakukan juga oleh sesama wasit di Liga 1. Pernyataan Mr. Y itu membuat PSSI dan wasit yang bernaung di bawahnya berang.

Karenanya, Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, memberikan kabar terbaru mengenai wasit berinisial Mr. Y bukanlah wasit Liga 1.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kita ragukan itu Mr. Y wasit Liga 1 atau bukan saat ditanya pendapatannya berapa tapi dia bilang ‘adalah’ padahal kan itu bukan rahasia lagi. Dari situ saya nilai Mr. Y ini bukan wasit Liga 1,” ujar Iriawan dikutip sukabumiheadlines.com dari laman resmi PSSI, Selasa 23 November 2021.

Iriawan mengaku penasaran dan mencari Mr. Y. “Makanya Pak Ahmad Riyadh minta ke Najwa buka saja Mr. Y karena tidak ada itu perlindungan tersangka, kan dia pelaku tidak boleh loh (dilindungi). Perlindungan saksi ada tapi tetap tidak dikasih (ke Mr. Y),” lanjutnya.

Keraguan Iriawan bertambah setelah ia mengaku didatangi seorang asisten wasit Liga 2 yang mengaku dihubungi oleh Bambang Suryo agar mau menjadi narasumber di program Mata Najwa dan diminta mengaku jadi wasit Liga 1.

Hanya saja, asisten wasit itu menolak ajakan tersebut sehingga Bambang Suryo disebut mencari sosok lain lagi untuk dijadikan Mr. Y.

Bambang Suryo Dilaporkan ke Polisi

Iriawan juga mengatakan bahwa PSSI berkomitmen memberantas praktek suap, pengaturan skor serta match fixing di Liga Indonesia. Hal itu ditegaskan Iriawan didampingi Ketua Komite Disiplin (Komdis), Erwin Tobing dan anggota Komite Eksekutif sekaligus Ketua Komite Wasit Ahmad Riyadh, saat jumpa wartawan di kantor PSSI, Senayan, Jakarta, Selasa,

“Saat ini Komdis Asprov PSSI Jatim resmi melaporkan empat orang (Bambang Suryo, David, Billy, dan Anshori) ke Polda Jatim yang diduga akan melakukan suap kepada beberapa pemain di Liga 3 Jatim. PSSI mengutus Ketua Komdis (Erwin Tobing) untuk mendampingi proses pelaporan tersebut,” kata Iriawan.

Iriawan menambahkan keempat orang ini dilaporkan ke Polda Jatim karena bukan bagian dari football family. Karenanya tidak bisa dihukum dengan kode disiplin PSSI.

“Status perkara yang dilaporkan tersebut saat ini dalam tahap penyeledikan. Percobaan suap terjadi pada laga NZR Sumbersari (Malang) melawan Gresik Putra FC 12 November lalu. Penyuap memberi iming-iming uang sejumlah Rp70 juta hingga Rp100 juta agar Gresik Putra mengalah kepada NZR Sumbersari,” jelas pria yang akrap disapa Iwan Bule tersebut.

Berita Terkait

Persib tatap hattrick juara, klasemen sementara Super League usai menang 3-2
Daftar skuad Timnas Indonesia di Piala AFF U-17 2026, ada pelajar asal Sukabumi
Resmi, Persib disanksi Rp148 Juta buntut Bobotoh rusuh
Sempat tertinggal, Persib menang 4-1 atas Pemen Padang
Resmi, Frans Putros pemain pertama Persib tampil di Piala Dunia 2026
Sudah 23 Timnas lolos ke Piala Asia 2027, ini daftarnya
Menang penalti, Bulgaria kalahkan Timnas Indonesia di FIFA Series 2026
Cara Beckham Putra jawab hujatan dan cacian: Cetak brace dan jadi MOTM

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 21:09 WIB

Persib tatap hattrick juara, klasemen sementara Super League usai menang 3-2

Kamis, 9 April 2026 - 01:01 WIB

Daftar skuad Timnas Indonesia di Piala AFF U-17 2026, ada pelajar asal Sukabumi

Senin, 6 April 2026 - 06:14 WIB

Resmi, Persib disanksi Rp148 Juta buntut Bobotoh rusuh

Kamis, 2 April 2026 - 19:40 WIB

Sempat tertinggal, Persib menang 4-1 atas Pemen Padang

Rabu, 1 April 2026 - 16:58 WIB

Resmi, Frans Putros pemain pertama Persib tampil di Piala Dunia 2026

Berita Terbaru