23.4 C
Sukabumi
Minggu, Juli 14, 2024

Terobosan skuter matik murah tapi memikat Yamaha Jog 125, cek speknya

sukabumiheadline.com - Yamaha, produsen kendaraan roda dua...

Yamaha Zuma 125 meluncur, intip harga dan penampakan detail motor matic trail

sukabumiheadline.com - Yamaha resmi memperkenalkan Zuma 125...

Yakin Wanita Sukabumi Tak Minat Beli Yamaha QBIX 125? Intip Spesifikasi dan Harganya

sukabumiheadline.com l Yamaha QBIX 125 telah mengaspal...

Warga Dirugikan, Jalan Kabupaten Penghubung Kota Sukabumi 10 Tahun Rusak

SukabumiWarga Dirugikan, Jalan Kabupaten Penghubung Kota Sukabumi 10 Tahun Rusak

sukabumiheadline.com l NYALINDUNG – Kerusakan Jalan Kabupaten kembali dikeluhkan warga. Diketahui ruas jalan rusak tersebut berada di Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Informasi diperoleh dari salah seorang warga, Saepulloh, ruas jalan tersebut menghubungkan Desa Bojongkalong – Bojongsari dan Sukamaju hingga ke wilayah Kota Sukabumi.

“Jalan itu menghubungkan tiga desa di Kecamatan Nyalindung, dan bisa tembus juga dari Desa Sukamaju ke Lembursitu, Kota Sukabumi,” jelas Saepulloh kepada sukabumiheadline.com, Rabu (28/6/2023).

Pria yang sehari-hari bekerja di PT GSI, Cikembar itu mengaku setiap hari melintasi jalan rusak yang tinggal menyisakan bebatuan itu.

“Saya kerja di GSI, jadi setiap hari pulang pergi melewati jalan itu. Kalau musim hujan, parah. Banyak air, licin, jadi sering kecelakaan kalau pemotor,” kata Saepulloh.

Ditambahkan Saepulloh, Jalan Kabupaten rusak itu sudah sekira 10 tahun tak kunjung diperbaiki. Karenanya, ia berharap Pemerintah Kabupaten Sukabumi segera memperbaiki jalan rusak tersebut.

Baca Juga:

Ada Mayat Pria Misterius di Toilet Wisata Kuliner Karang Taruna Sukabumi

Musim Hujan Jalan Rusak, Warga Sukabumi Jangan Malas Cek 5 Komponen Motor Ini

5 Fakta Wisatawan Bogor Tenggelam di Pantai Citepus Palabuhanratu Sukabumi

Pasalnya, kata Saepulloh, warga kerap dirugikan akibat rusaknya jalan. Dari mulai motor menjadi cepat rusak hingga ongkos angkutan barang menjadi lebih mahal.

“Ya kerugiannya banyak. Motor dan bannya juga jadi gampang rusak dan tipis. Ongkos angkutan barang juga jadi mahal, kasihan warga, terutama para petani yang mau menjual hasil pertaniannya,” pungkasnya.

Konten Lainnya

Content TAGS

Konten Populer