Pelajar SMP Bawa Celurit Ngaku Mau Nengok Teman, Tawuran di Parungkuda Sukabumi

- Redaksi

Selasa, 8 Agustus 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Polisi mengamankan seorang pelajar membawa sajam di Parungkuda, Sukabumi. l Istimewa

Polisi mengamankan seorang pelajar membawa sajam di Parungkuda, Sukabumi. l Istimewa

sukabumiheadline.com l CICURUG – Dua orang remaja masih duduk di bangku sekolah SLTP ditetapkan sebagai anak berkonflik dengan hukum setelah diamankan jajaran kepolisian Polres Sukabumi karena kedapatan menguasai senjata tajam jenis celurit, Selasa, (8/8/2023).

Kapolres Sukabumi, AKBP Maruly Pardede mengatakan kedua anak berkonflik dengan hukum diamankan Jumat (4/8/2023) lalu di sekitar Kecamatan Parungkuda pada waktu berbeda.

Di mana anak berkonflik dengan hukum pertama diamankan sekitar pukul 14.00 WIB di seputaran Jalan Raya Cicurug – Parungkuda, tepatnya di depan Pasar Parungkuda.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saat itu pihak kepolisian mendapat laporan terdapat 13 pelajar setingkat SLTP dari berbagai sekolah di Bogor dan Kabupaten Sukabumi naik kendaraan jenis truk.

“Informasinya mereka berniat untuk mendatangi atau berkunjung ke rumah rekannya berbeda sekolah, ngakunya sebagai teman sepermainan di seputaran Parungkuda. Namun, dalam perjalanan beberapa di antara mereka sengaja melengkapi dirinya dengan senjata tajam,” ujar Maruly.

Lanjut Maruly, polisi langsung mengamankan saat melihat beberapa anak sekolah yang turun dan loncat dari truk secara tiba tiba malah menyerang beberapa anak lain seusianya yang sedang jalan kaki.

“Mereka berhasil diamankan, berhasil dicegah dan diamankan dari 13 orang dan dilakukan pemeriksaan intensif. Nah salah satu anak didapati senjata tajam jenis celurit,” jelasnya.

“Itu di seputaran Parungkuda, dan kepada anak ini dari 13 orang, kami sudah jelaskan diproses pidana terkait dengan menguasai atau memiliki menguasai senjata tajam sebagaimana diatur dalam undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 pasal 2 ayat 1,” terangnya.

Karena anak berkonflik dengan hukum tersebut di bawah umur, polisi juga mempedomani undang-undang peradilan anak-anak sehingga prosesnya bersifat tertutup dengan mekanisme dan waktu terbatas.

Selanjutnya, pasca kejadian tersebut lanjut Maruly, kembali di hari yang sama sekitar pukul 17.00 WIB didapatkan informasi adanya sejumlah anak di bawah umur terlibat tawuran di seputaran Desa Sundawenang, Kecamatan Parungkuda.

“Anggota Polsek Parungkuda segera merespon cepat mendatangi TKP. Sampai di sana, tawuran sudah sempat bubar. Namun, dengan penyelidikan yang ada berhasil diamankan satu orang pelaku tawuran dengan senjata tajam ada dalam penguasaannya,” bebernya.

“Pelaku mengakui bahwa baru selesai melakukan tawuran di Desa Sundawenang. Kepada tersangka diterapkan pasal 2 ayat 1 undang-undang darurat nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman pidana setinggi-tingginya 10 tahun. Proses penyidikannya bersifat tertutup dan waktu terbatas,” tandasnya.

Berita Terkait

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi
Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta
Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama
Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta
Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok
Germo asal Sukabumi paksa wanita Sumsel layani 10 pria sehari, fee Rp50 ribu
Kurun September-Oktober 2026 ada 86 kebakaran hutan di Sukabumi, sebagian karena iseng
DPRD Kabupaten Sukabumi minta DPTR naik kelas jadi A, tapi jangan sekadar berubah

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 04:18 WIB

Pria Sukabumi paksa gadis 19 tahun layani 300 lelaki hidung belang, Rp50 ribu per transaksi

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Awal mula terungkapnya tanah aset Desa Sukamulya Sukabumi dikuasai swasta

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:05 WIB

Perhutani KPH Sukabumi gandeng Damkar patroli bersama

Kamis, 22 Oktober 2026 - 04:26 WIB

Warga Sukamulya Sukabumi protes tanah aset desa dipindahtangankan ke swasta

Minggu, 18 Oktober 2026 - 04:36 WIB

Ahad, 18 Oktober: Event hari ini di Sukabumi, JNS Fest hingga Festival Kuliner Bangkok

Berita Terbaru

Asisten pelatih Persib Bandung Igor Tolic - Ilustrasi sukabumiheadline.com

Venue

Besok Garudayaksa FC vs Persib, Igor Tolic putar otak

Sabtu, 24 Okt 2026 - 15:19 WIB